Waspada, 18 Kecamatan di Majalengka Rawan Longsor

oleh -4 views
DISINGKIRKAN. Warga menyingkirkan material longsor di Desa Sukadana, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka. Longsor diakibatkan hujan deras pada Rabu (17/2) dini hari pekan lalu. FOTO: HASANUDIN/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka mencatat ada 18 kecamatan rawan longsor.

Apalagi, di daerah tersebut terus diguyur hujan yang mana beberapa hari terakhir ini hujan mulai terus mengguyur dalam intensitas sedang.

BPBD Majalengka pun mengingatkan agar masyarakat, khususnya yang berdomisili di 18 kecamatan tersebut untuk melakukan pencegahan.

Salah satunya, dapat menanam pohon dengan akar lebat di mana bisa menahan material longsor yang berpotensi runtuh.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Majalengka, dari 18 kecamatan yang berstatus rawan longsor sebagian besar ada di wilayah perbukitan dan pegunungan.

“Majalengka itu kan tiga wilayah, pegunungan, perbukitan dan dataran rendah. Nah yang rawan itu di wilayah perbukitan dan pegunungan, itu yang berpotensi terjadi longsor. Tepatnya ada 18 kecamatan,” ujar Indra saat dikonfirmasi, Sabtu (18/9).

18 kecamatan yang rawan terjadi bencana longsor itu, ialah kecamatan Lemahsugih, Bantarujeg, Malausma, Cikijing, Cingambul, Talaga, Banjaran, Argapura, Maja dan Majalengka.

Kemudian kecamatan Cigasong, Sukahaji, Rajagaluh, Sindang, Sindangwangi, Leuwimunding, Kasokandel dan Panyingkiran.

Indra menjelaskan, bencana tanah longsor sangat berpotensi terjadi pada saat hujan mulai turun.

Karena pada saat itu, air hujan akan masuk kedalam retakan tanah yang kering akibat musim kemarau.

“Proses longsor itu terjadi saat kemarau kan tanah itu ada retakan ya, nah masuk mulai hujan air itu masuk ke retakan tanah itu dan bisa terjadi longsor,” ucapnya.

Mengantisipasi terjadinya longsor, jelas dia, cara yang paling ampuh adalah dengan menanam pohon yang memiliki akar lebat sebagai penahan tanah ketika hujan turun.

“Nah mitigasinya ada metode penanaman pohon keras. Dibanding pakai tembok penahan tanah lebih baik pakai tanaman karena potensi berbahaya bertambah kalau pakai tembok. Kalau tanaman itu akarnya bisa masuk ke dalam tanah dan bisa menahan longsoran,” jelas dia.

Meski saat ini sudah mulai turun hujan namun BPBD Majalengka belum menetapkan status siaga bencana khususnya tanah longsor.

Masih, kata Indra, saat ini yang diwaspadai BPBD adalah munculnya angin puting beliung akibat peralihan dari musim kemarau ke penghujan.

“Sekarang ini peralihan nih dari kemarau ke hujan, ini juga ada potensi bencana biasanya puting beliung nih karena ada pergerakan kelembaban udara,” katanya.(hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.