Warso Rajin ke Perpustakaan Meski Sudah Berumur 70 Tahun

oleh -1 views
MAJALENGKA – Selain mendapatkan sosialisasi dari program Perpuseru, perpustakaan daerah Majalengka juga mendapatkan kejutan menarik dari salah seorang pengunjung setianya. Bukan dari kalangan pemuda, tapi justru hadir dari kalangan manula. 
warso diundang perpuseru majalengka
Warso diundang Perpuseru Majalengka. Foto: Herik/Rakyat Cirebon 
Ia sendiri bahkan, selalu datang ke perpus bersama cucunya, dengan tujuan untuk mengenalkan buku sejak dini. Sosialisasi kepada para pengelola perpustakaan desa maupun taman baca ini akan dievaluasi setiap empat bulan sekali.
Kakek bernama Warso (72) ini langsung saja diberi kehormatan menceritakan pengalamannya dan pandangannya mengenai buku dan datang ke perpustakaan. Ia sendiri telah tercatat sebagai anggota perpusda sejak enam bulan yang lalu.
Dihadapan para pengelola perpustakaan dan taman bacaan masyarakat (TBM), Warso mengaku mengalami keterlambatan membiasakan diri untuk membaca buku. Tetapi hal itu tidak membuatnya untuk berhenti belajar. Maka sejak September 2016 lalu, ia selalu datang bersama cucunya meminjam buku.
“Dengan membaca ternyata wawasan kita lebih luas. Kita bisa tahu pengetahuan dan wawasan dari negara lain. Saya tahu mengenai hal itu dari buku-buku yang saya pinjam. Sekali pinjam saya biasa membawa 6 buku.” Ujarnya, Jumat (3/3).
Menurutnya, usianya yang tidak muda lagi itu tidak pernah menjadi hambatannya untuk berhenti belajar. Bahkan ia sering membacakan buku-buku bergambar kepada cucunya. 
“Saya ingin cucu saya pintar, dan Alhamdulillah cucu saya yang bernama Ara (3 th) dengan senang hati selalu semangat ketika diajak ke perpus, dia sendiri yang memilih bukunya,” ujarnya.
Sementara itu, pengelola dari Perpusseru, Drs Eriyandi Budiman mengaku kagum dengan semangat salah satu anggota perpus itu. Meskipun telah sepuh tetap setia membaca buku. Pihaknya juga sekaligus memperkenalkan program perpusseru.
“Tentunya hal itu harus menjadi contoh bagi kalangan muda. Yang sudah sepuh saja masih semangat membaca. Sementara untuk program ini kami akan melakukan pendampingan selama satu tahun,” ujarnya.
Eriyandi mengatakan, program ini akan dievaluasi per empat bulan sekali. Dan setiap empat bulan itu pengelola perpus desa maupun TBM nanti dikumpulkan dan dievaluasi.
“Selanjutnya peserta akan diseleksi untuk melakukan meeting nasional, yang rencananya akan berlangsung di Desember,” jelasnya.
Kepala Bidang Perpustakaan, Dra Yuyun mengungkapkan, saat ini pengunjung perpustakaan mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.