Warga Setrayasa akan Adukan ke Jokowi

oleh -2 views
Pasang Spanduk Penolakan Bergabung dengan Kabupaten Cirebon


KEJAKSANWarga kompleks Pilang Setrayasa berencana menyampaikan soal batas wilayah kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

warga  setrayasa cirebon rapat
Warga  Setrayasa melakukan rapat penolakan bergabung ke Kabupaten Cirebon. Foto: Lazuardi/Rakyat Cirebon 

Langkah yang diambil warga, karena mereka suara yang menolak masuk kedalam wilayah Kabupaten Cirebon, tidak direspons baik oleh Walikota Cirebon.

“Kami mendengar informasi bahwa besok (hari ini) Pak Presiden Jokowi mau ke Cirebon. Kami akan menyampaikan langsung keinginan warga Pilang Setrayasa yang tidak ingin masuk ke Kabupaten Cirebon,” kata Ketua Kompleks Pilang Setrayasa, Rasiman usai menggelar rapat dengan warga di Masjid Nurul Jannah, Selasa (12/1) sekitar pukul 20.00.

Spanduk penolakan warga masuk kabupaten cirebon tersebut akan terpasang di empat titik baik di perkotaan dan kabupaten.

Ketua Komplek, Rasiman mengatakan dalam rapat yang dilakukannya dengan warganya di Masjid Nurul Jannah, pukul 20.00 WIB mendengar di berbagai media bahwa besok(13/1) akan ada kunjungan jokowi ke kota dan kabupaten cirebon pihaknya memanfaatkan betul momen tersebut.
Rasiman berharap, warga bisa bertemu presiden dan bisa menyampaikan keluhan itu.

“Kita akan memanfaatkan celah tempat dan waktu untuk menyampaikan soal batas wilayah yang dirasa tidak melibatkan warga kepada Presiden Jokowi,” ucapnya.

Selain menyampaikan langsung, pihaknya berencana memasang spanduk penolakan warga untuk bergabung dengan kabupaten di empat titik dengan harapan presiden bisa melihat keinginan warga.

“Puluhan spanduk akan kita pasang di empat titik yakni di depan Stasiun Kejaksan, di depan balaikota, pendopo dan depan Hotel Aston,” katanya.

Rencana pemasangan spanduk itu, lanjut Rasiman, merupakan bentuk kekecewaan warga atas sikap walikota di berbagai media yang terkesan berlepas tangan dengan diminta warga untuk melakukan protes ke bupati hingga juga jawaban dari provinsi yang  sulit jika menerima keberatan warga.

“Walikota di media kan ngomong supaya warga usulnya ke bupati. Seperti tidak ada tanggung jawab, ya sudah langsung saja ke presiden,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Cirebon Fitria Pamungkaswati yang ikut hadir dalam rapat dengan warga menyatakan, permasalahan ini akan diseriusi pihaknya untuk melakukan advokasi dan mendampingi warga ke DPRD.

“Sebenernya besok (hari ini) tapi karena ada Presiden Jokowi berkunjung ke Cirebon pada Rabu dam Kamis, jadi bisa Jumat siang atau Senin pagi tergantung kemauan warga untuk menyampaikan aspirasinya ke gedung dewan,” ucapnya.

Politisi perempuan itu menegaskan, pihaknya mendukung penuh langkah warga yang akan menyampaikan aspirasi secara langsung ke Jokowi terkait batas wilayah.

“Kita dukung warga yang ingin menyampaikan langsung aspirasi kepada presiden. Kami juga kaget karena gak pernah dilibatkan dan tidak ada pembahasan mengenai batas wilayah,” pungkasnya. (laz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.