Warga Geruduk Kantor DPKPP

oleh -17 views
DATANGI DPKPP. Perwakilan warga dan LPM Kelurahan Pejambon saat menunggu kehadiran pejabat DPKPP ketika hendak audiensi, kemarin.
DATANGI DPKPP. Perwakilan warga dan LPM Kelurahan Pejambon saat menunggu kehadiran pejabat DPKPP ketika hendak audiensi, kemarin.

RAKYATCIREBON.ID – Kantor Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Cirebon digeruduk warga. Mereka mempertanyakan pengerjaan proyek pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD di Kelurahan Pejambon, Kecamatan Sumber. Pasalnya, tidak dikerjakan oleh LPM maupun warga setempat, Selasa (14/9).

Puluhan warga bersama LPM Pejambon mendatangi kantor DPKPP Kabupaten Cirebon. Namun tidak langsung ditemui pejabat DPKPP. Mereka pun terus menunggu cukup lama. Akhirnya ditemui langsung oleh Plt Kepala DPKPP, Ir H Adil Prayitno MT.

Perwakilan warga Pejambon, Dirja mengaku, kedatangannya ke DPKPP tak lain karena kekecewaan warga dan LPM. Terkait kegiatan fisik berupa peningkatan jalan dari pokir Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Yoga Setiawan. Pasalnya, tidak memberdayakan warga sekitar. Padahal sudah dijanjikan di awal saat pokir itu diusulkan.

Hasil klarifikasi Plt Kepala DPKPP pun, kata dia, membuat warga kecewa. Sebab, tidak ada koordinasi dengan pengusul pokir, tiba-tiba pekerjaan di pihakketigakan, yang bukan warga maupun LPM Pejambon. DPKPP pun, kata dia, mengakui kesalahannya.

“Kami, warga Pejambon intinya kecewa terkait sikap DPKPP yang memang dalam hal ini tidak ada koordinasi dengan pengusul pokir. Jadi tadi sudah mediasi, kami dengan DPKPP dan dinas mengakui kesalahannya,” kata Dirja.

Kekecewaan itu, sebelumnya sempat dilakukan dengan ramai-ramai menghentikan pekerjaan. Namun ia tak puas. Hingga akhirnya menggeruduk kantor DPKPP.  Ia pun mempertanyakan, kenapa tidak belajar kepada dinas lainnya.

Setelah dikroscek, ternyata ada beberapa anggota dewan lainnya juga yang pokirnya hilang. Padahal sudah diusulkan ke DPKPP. “Ini yang ironisnya kenapa bisa hilang? Sedangkan saya konfirmasi ke kepala BKAD dan Bapelitbangda terkait pokir itu sesuai dengan protap. Artinya nama-nama pengusul juga dicantumkan,” tuturnya.

Atas kejadian itu, warga lainnya Budi meminta, agar Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg mengevaluasi kinerja orang-orang DPKPP. Hal itu dilakukan, agar ke depan kinerja DPKPP tidak memalukan kepala daerahnya. Sebab, yang seharusnya DPKPP mampu membuat kondusivitas, sekarang malah ada kekisruhan.

“Saya harap Pak Bupati dan Wakil Bupati bisa mengevaluasi kinerja DPKPP dari mulai kasubag programnya, hingga Plt kepala DPKPP-nya. Jangan sampai kinerja DPKPP ini membuat malu kepala dan wakil kepala daerahnya. Harusnya bagaimana caranya bisa mengondusifkan hal tersebut,” katanya.

Sementara itu, Plt DPKPP Kabupaten Cirebon, Adil Prayitno belum memberikan keterangan apapun. Bahkan saat dihubungi nomor pribadinya pun tak ada jawaban. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.