Walikota Cirebon Pusing, Sekolah Daring atau Tatap Muka

oleh -9 views
SEKOLAH DIBUKA. Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH angkat bicara terkait kemungkinan pembelajaran tatap muka di sekolah akan dibuka pada Juli mendatang, kemarin, di Balaikota Cirebon. FOTO: NURUL FAJRI/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Pemerintah pusat telah mengumumkan target pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas di sekolah akan dimulai pada Juli 2021 mendatang. Dengan catatan, protokol kesehatan ketat dan para tenaga pengajar sudah divaksin Covid-19.

Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH mengaku sudah mengetahui informasi tersebut. Namun ia tak menampik, pihaknya merasa bingung. Di satu sisi pemerintah pusat menargetkan Juli mendatang mulai PTM.

Ditambah keinginan sebagian besar orangtua siswa yang juga ingin PTM segera digelar, dikarenakan khawatir dampak negatif dari penggunaan ponsel secara berlebihan. Di sisi lain, kalangan dokter menyarankan kebijakan tersebut tidak terburu-buru.

“Memang situasi pandemi Covid-19 masih berjalan.Tapi orangtua siswa meminta segera sekolah dibuka karena dengan beberapa pertimbangan. Salah satunya terkait dampak penggunaan ponsel atau HP. Pemerintah pusat menargetkan pertengahan tahun ini. Tapi ada pihak yang kompeten juga menyarankan tidak terburu-buru,” kata Azis di Balaikota Cirebon.

Kendati demikian, Pemkot Cirebon dalam akan tetap mematuhi kebijakan dari pemerintah pusat. Namun yang perlu diperhatikan, menurut Azis, adalah konsep penerapan protokol kesehatan secara ketat. “Kami ikut apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat,” ujarnya.

Selain protokol kesehatan, sambung Azis, perlu diperhatikan juga ialah tingkat vaksinasi para guru atau tenaga kependidikan di sekolah yang harus merata. Sehingga target kekebalan kelompok atauherd immunitybisa tercapai, setidaknya di kalangan mereka.

“Program vaksinasi harus merata dan setiap tenaga pendidik wajib divaksin,” katanya.

Azis mengatakan, pihaknya sudah meminta kepada Dinas Pendidikan Kota Cirebon untuk membuat skema secara matang jika PTM harus dilaksanakan. Dia tidak ingin, PTM justru akan menimbulkan kluster baru penyebaran Covid-19.

“Prinsip kehati-hatian harus tetap diutamakan. Jangan sampai jadi kluster baru,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Dr Irawan Wahyono MPd belum bisa dikonfirmasi terkait kesiapan dibukanya sekolah. Sayangnya, kendati isu ini strategis bagi publik, Irawan kerap sulit dikonfirmasi oleh awak media. Sampai-sampai beberapa wartawan pun menyampaikan hal tersebut saat saresehan bersama walikota dan sekda pada pekan lalu. (jri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.