Warga Waled Bosan Kena Banjir, Bupati: Masih Sulit, Belum Ada Solusi

oleh -66 views
LANGGANAN. Musibah banjir kembali merendam ratusan rumah di Desa Mekarsari, Kecamatan Waled, kemarin.
LANGGANAN. Musibah banjir kembali merendam ratusan rumah di Desa Mekarsari, Kecamatan Waled, kemarin.

RAKYATCIREBON.ID – Banjir masih terus melanda Kabupaten Cirebon. Sejumlah desa di Kecamatan Waled, masih terendam pasca hujan besar, kemarin.  Ratusan rumah di Desa Mekarsari, terendam.

Ketinggiannya bervariasi mulai dari 40-120 cm. Petugas gabungan dari kepolisian, BNPB dan PMI Kabupaten Cirebon pun sudah terjun ke lokasi banjir.

Sartina, warga Desa Mekarsari mengaku capek  dengan banjir yang terus-menerus menimpa daerahnya.

Warga berharap kondisi ini menjadi perhatian serius dari pemerintah. Pasalnya, desa yang ditempatinya selalu menjadi langganan banjir.

“Mau sampai kapan desa kami bebas dari banjir? Saya nggak tahu kepada siapa harus mengadu? Mohon kepada pemerintah memperhatikan kondisi kami di sini. Kami berharap segera ada solusi,” keluh Sartina saat ditemui Rakyat Cirebon di sela-sela banjir, kemarin.

Senada dengan Sartina, nenek Sumiah yang berusia 80 tahun itu juga mengeluhkan banjir yang kerap menimpa desanya.

“Kapan desa saya bebas banjir? Apa pemerintah nggak kasihan ke kami? Nenek hidup di rumah sama suami aja. Kami takut kalau tiba-tiba air langsung tinggi,” ungkapnya.

Terpisah, Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg mengaku belum bisa melakukan tindakan untuk menyelesaikannya. Mengingat, saat ini, masih dalam suasana sulit.

“BPBD saat ini baru menangani yang terdampak. Belum pada solusi,” kata Imron, Jumat (26/2).

Untuk membahas solusi, kata dia, tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Harus melibatkan banyak pihak.

Misalnya, dalam hal penanganan sungai, kebijakannya bukan di pemkab, tapi ada di BBWS.

Begitupun saat keperluan penyodetan, pihaknya perlu mengkaji terlebih dahulu dengan legislatif.

Disinggung soal anggaran penanganan bencana, Imron mengakui anggaran itu ada. Hanya untuk nominalnya, belum diketahui pasti.

“Ada anggarannya. Tapi lupa totalnya berapa,” akunya.

Informasi terakhir, kata Imron, banjir yang menimpa warga Kecamatan Waled hampir se-Kecamatan Waled.

Imron pun sudah melakukan koordinasi, dengan berbagai pihak.

“Hasilnya, untuk menyelesaikan persoalan banjir di Waled, harus ada embung. Kemudian pengerukan Sungai Ciberes,” jelasnya.

Persoalannya, semua itu tidak bisa dilakukan pemkab. Imron pun mengaku sudah ada komunikasi dengan BBWS. Bahkan, sudah didatangi langsung.

“Silaturahmi sudah. Tapi mereka rupanya kesulitan. Karena anggarannya terbatas,” kata dia.

Bupati pun mengaku sudah mengeluarkan instruksi kepada para kepala desa, agar bisa menyelesaikan persoalan lingkungan. Termasuk di dalamnya banjir.

Hanya saja, dari sisi anggaran, pihaknya tidak menggeneralisir, harus berapa jumlahnya. Mengingat, kebutuhan setiap desa berbeda-beda.

“Instruksinya ya itu. Semua kepala desa bisa mengantisipasi permasalahan lingkungan dan bencana. Jadi, bisa dianggarkan. Tapi tidak semua rata untuk setiap desa. Bisa saja ada yang menganggarkan, ada yang tidak. Sesuai kebutuhan saja,” pungkasnya. (her/zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *