Wacana Impor Beras Dikecam

oleh -14 views
TOLAK IMPOR. Perwakilan MSP, Sophi Zulfia menolak wacana Impor Beras, mengingat para petani sedang panen.
TOLAK IMPOR. Perwakilan MSP, Sophi Zulfia menolak wacana Impor Beras, mengingat para petani sedang panen.

RAKYATCIREBON.ID – Wacana dibukanya kran impor beras, bak petir di siang bolong yang menyerang petani. Pasalnya, saat ini, sedang berada dimusim panen sehingga petani pun menolak wacana tersebut dan mengharapkan pemerintah jangan sampai menyetujuinya karena akan merugikan nasib petani.

Perwakilan Mari Sejahterakan Petani (MSP), Dr Sophi Zulfia SH MH menyebut wacana impor beras keterlaluan. Tidak memikirkan nasib petani.

“Ini keterlaluan. Kan lagi panen para petaninya,” katanya, Selasa (23/3).

Terjadi dimana-mana. Termasuk di Kabupaten Cirebon, masa panen sudah dimulai. Ia pun meminta, pemerintah membahas ulang, agar tidak sampai salah memberlakukan kebijakan impor.

“Kalau benar mau ada impor, kami rasa perlu dibicarakan kembali. Karena para petani sedang panen. Jangan impor lah. Kan banyak stoknya. Kasian petani kalau diberlakukan impor,” kata dia.

Dampaknya jelas, akan menyudutkan petani. Petani bangkrut. Harga jual dipastikan anjlok. Mestinya, saat panen, menjadi “surga” bagi petani.

“Kalau ada impor, kan harga gabah anjlok. Bagaimana petani disebut panen, kalau pendapatannya terbanting begitu. Kasian lah,” tutur mantan anggota legislatif itu.

Pasalnya, untuk bisa bertahan, banyak godaan dilalui para petani. Mengurus lahannya berat. Biayanya, tidak sebanding dengan hasil yang diperolehnya.

“Ngurus lahannya mahal. Pupuknya mahal. Malah sempat langka, saat panen masa mau digempur dengan impor,” kata dia.

Bagaimana mau berpihak kepada para petani, ketika semua sektor pertanian dipersulit. Harusnya, tidak gegabah, memberlakukan kebijakan impor.

Memang, petani di Kabupaten belum semua panen, masih ada yang belum. Makanya, dipastikan stok padi untuk kebutuhan daerah aman. Belum lagi, panen didaerah lain. Maka, dipastikan stok padi nasional tercukupi.

“Kan sekarang tidak hanya di kita saja yang panen. Daerah lain pun sama. Dan kita selalu surplus. Bahkan bisa menyangga kebutuhan padi daerah lain,” kata perempuan yang juga merupakan politisi PDIP itu.

Harusnya, untuk kebutuhan pangan tidak perlu memberlakukan impor. Karena, pasokannya aman.

“Saya tidak berbicara untuk daerah lain lah. Khusus untuk Cirebon saja, padi kita sudah cukup. Tanpa harus ada impor pun. Kebutuhan kita tercukupi. Bukan hanya sekarang, sebelum-sebelumnya juga kita selalu surplus,” tuturnya.

Wacana pemberlakuan impor sendiri sudah marak diberitakan. Bahkan, Kementrian Perdagangan yang mengintruksikannya, mendapat banjir kritik. Baik dari kubu pemerintahan, maupun dari pihak oposisi.

Karena, kebijakan impor 1 juta ton dinilai bukan menjadi kebijakan politik yang populis. Bertentangan dengan kepentingan rakyat. Makanya, harus dihentikan. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.