Vaksinasi Sempat Membuat Bingung Para Pengusaha

oleh -2 views
MENDUKUNG. Ketua Apindo Majalengka, Dinar Tisnawati (kanan) mengaskan vaksinasi yang dilakukan perusahaan-perusahaan sebagai wujud dukungan untuk pemerintah dalam percepatan herd immunity atau kekebalan tubuh seseorang. FOTO: HASANUDIN/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Mayoritas perusahaan-perusahaan anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Majalengka dipastikan telah melakukan vaksinasi. Bahkan, vaksinasi bagi karyawan tersebut telah mencapai 60 persen.

Ketua Apindo Majalengka, Dinar Tisnawati mengatakan, vaksinasi yang dilakukan perusahaan-perusahaan sebagai wujud dukungan untuk pemerintah dalam percepatan herd immunity atau kekebalan tubuh seseorang.

“Yang saya tahu, semua anggota sudah melaksanakan vaksin. Hanya, misalkan di pabrik A, dia baru 60 persen. Jadi, belum sampai 100 persen. Tapi yang paling banyak itu paling sekitar 90 persen lah. Sudah tervaksinasi bagi karyawannya,” ujar Dinar kepada Rakyat Cirebon, Sabtu (4/9).

Akan tetapi, Dinar mengakui sempat mengalami hambatan terkait program vaksinasi Covid-19. Pasalnya, terdapat beberapa wacana yang bergulir mendukung program tersebut tidak membawa kepastian untuk direalisasikan. Bahkan hanya membuat bingung para pengusaha.

“Awalnya terkendala, karena juga sebetulnya kan dosis vaksinnya yang langka ya. Itu awal Maret sampai Agustus, dari mulai yang diwacanakan gotong royong, lalu merdeka dan lain-lain itu bikin bingung. Karena ketika daftar ke sini, tidak dapat, daftar kemana tidak dapat, tapi alhamdulillah, sekarang sudah mulai selesai,” ucapnya.

Menurutnya, untuk saat ini, sebagian besar perusahaan menunggu vaksinasi dosis kedua. Dinar pun berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka terus melakukan pembenahan diri sehingga mampu turun ke level terendah Covid-19.

“Tinggal dosis yang kedua aja, serta semoga Majalengka bekerja keras menurunkan levelnya,” jelas wanita yang juga menjabat sebagai Direktur Pabrik Bola Majalengka tersebut.

Sebelumnya, Bupati Majalengka yang juga Ketua Satgas Covid-19, Dr H Karna Sobahi MMPd mengatakan, dari awal pandemi tahun 2019, sampai awal September 2021 ini, tercatat 135 orang yang masih menjalani isolasi, 10.393 dinyatakan selesai isolasi.

“Secara keseluruhan untuk warga yang dinyatakan meninggal akibat diduga terpapar corona secara keseluruhan mencapai 773 orang,” kata Karna.

Sementara untuk warga yang terkonfirmasi saat ini terjadi penambahan sebanyak 12 orang, dengan kategori supek  penambahannya sebanyak 6 orang, dengan rincian isolasi sebanyak 61, discarded 2.389 orang.

“Sedangkan untuk warga yang berstatus probable tidak ada perubahan dengan rincian, isolasi 0, selesai isolasi 0, meninggal 111,”jelasnya.

Selain itu, kata Karna, untuk distribusi kasus positif Covid-19 sampai dengan awal september ini dari 26 kecamatan diketahui ada penambahan 12 kasus.

Diantaranya, terjadi di Kecamatan Argapura sebanyak 1 kasus, kemudian Kecamatan Dawuan 3 kasus, Kadipaten 4 kasus, Lemahsugih 1 kasus dan Rajagaluh 1 kasus.

Jika di total kembali dari mulai meledaknya kasus corona dari tahun 2019, maka secara keseluruhan di Kabupaten Majalengka hingga awal September 2021, terjadi 11.301 kasus, dengan rincian masih menjalani isolasi sebanyak 135, dan selesai isolasi 10.393.

“Jika diklasifikasi berdasarkan jumlah kasus meninggal, paling banyak terjadi di Kecamatan Jatiwangi sebanyak 73 orang. Disusul Kecamatan Majalengka 69 orang. Kemudian Kadipaten 53 kasus. Dan yang paling sedikit terjadi di Kecamatan Malausma sebanyak enam kasus,”tambahnya.

Menurutnya, untuk menekan kembali pandemi Covid-19 di Majalengka, agar Majalengka kembali ke zona hijau dan turun menjadi level 1 PPKM.

Pihaknya bersama Satgas dan semua komponen masyarakat Majalengka, terus berupaya meningkatan protokol kesehatan, termasuk membantu pemulihan ekonomi dampak pandemi dan PPKM. (hsn/pai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.