Vaksinasi Baru Sentuh Angka 22 Persen

oleh -2 views
SIMBOLIS. Bupati Cirebon, H Imron menyerahkan bukti telah mengikuti program vaksinasi kepada salah satu lansia.
SIMBOLIS. Bupati Cirebon, H Imron menyerahkan bukti telah mengikuti program vaksinasi kepada salah satu lansia.

RAKYATCIREBON.ID – Vaksinasi di Kabupaten Cirebon masih jauh dari harapan. Saat ini, total masyarakat yang sudah divaksin baru mencapai 22 persen. Padahal, minimalnya, 50 persen dari jumlah penduduk, sudah divaksin.

“Minimalnya itu masyarakat umum yang divaksin, sebanyak 50 persen. Dimana 40 persennya dari lansia. Sekarang totalnya kita baru 22 persen,” kata Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg saat menghadiri Gebyar Vaksinasi Lansia di Puskesmas Kedaton, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, kemarin.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak takut divaksin. Sebab pemerintah memberikan pelayanan terhadap masyarakat dan tidak akan memberatkan atau merugikan rakyat. 

“Vaksin ini halal dan aman. Alhamdulillah  Kabupaten Cirebon semua masyarakat antusias untuk divaksin,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni SKM MKes, mengatakan, acara vaksinasi lansia yang diadakan di Puskesmas Kedaton, merupakan hari ketiga. Dimana anggarannya berasal dari puskesmas setempat. 

“Sebetulnya kita sudah melaksanakan vaksinasi lansia per 8 Februari, setelah pemerintah pusat launching vaksinasi keseluruhan,” ungkapnya. 

Eni menjelaskan, target vaksinasi di Kabupaten Cirebon adalah 1.782.964 orang, termasuk lansia di dalamnya. Sedangkan untuk lansia, targetnya 154.777 orang. 

“Saat ini baru 10 persen yang divaksin. Akhirnya kami dengan para puskesmas dan berbagai profesi menyiasati untuk meningkatkan cakupan layanan vaksinasi lansia sehingga kita malam-malam mengadakan rapat zoom meeting. Tenaga kesehatan siap memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Cirebon,” ungkapnya. 

Eni menambahkan, saat ini Kabupaten Cirebon berada di level 3. Sementara, untuk penanganan kasus sudah di level 1.

“Alhamdulillah minggu ini di bawah 10. Paling banyak 6 kasus. Kematian pun hanya 1 kasus,” kata Eni.

Eni menjelaskan alasan level 3 masih disandang Kabupaten Cirebon disebabkan vaksinasi belum memenuhi target. Di antaranya, dosis 1 harus mencapai 50 persen dan lansia 40 persen.

“Kalau kita mencapai 40 persen dari total sasaran, 30 persen lagi kurang lebih 46 ribu lansia yang harus divaksin,” kata Eni. 

Lebih lanjut Eni menjelaskan, 46 ribu lansia jika dibagi 424 desa, minimalnya satu bidan desa harus melaksanakan vaksinasi 109 lansia selama tiga hari. Jadi, perharinya 36 lansia. 

“Sehingga nanti minggu depan kita kalau memang sesuai sasaran lansia bisa divaksin, berati minggu depan mencapai 40 persen. Kalau sudah lansia 40 persen ditambah dosis 1 yang saat ini 22 persen, Insyaallah dua minggu ke depan berubah di level 2,” pungkasnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.