Vaksin Dosis Kedua Bikin Bingung

oleh -2 views

RAKYATCIREBON.ID -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka, pastikan stok vaksin Covid-19 menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) aman.

Meski begitu, pemerintah masih merasa ada beberapa permasalahan dalam capaian vaksinasi COVID-19. Terutama dalam menjalani vaksinasi dosis ke 2.

“Ketersediaan vaksin sampai hari ini kita bagus, tidak ada masalah. Cuma permasalahannya sekarang ini yang mau divaksin itu kebanyakan yang dosis 2,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Majalengka, Harizal Harahap, Sabtu (27/11).

Lebih lanjut, kata dia, vaksin dosis ke 2 itu tidak bisa sembarangan seperti dosis 1. Oleh sebab itu, jenis vaksin dosis 1 dan 2 tidak boleh berbeda.

“Misalnya gini, orang datang mau vaksin dosis 1, vaksin apa aja boleh dong. Berbeda dengan yang mau vaksin dosis 2, harus sama dengan jenis vaksin yang dipakainya di dosis 1,” jelas dia.

“Contoh AstraZeneca di kita (Pemkab) lagi kosong, Pemprov lagi kosong, saya juga kan jadi bingung. Sementara masyarakat vaksin dosis ke 2 harus AstraZeneca, sehingga tidak bisa diganti sama yang lain kan. Nah itu banyak masyarakat jadi banyak yang komplain,” sambungnya.

Sementara itu, Harizal juga menjelaskan, untuk pengajuan suplai vaksin dosis ke 2 juga tidak semudah dengan meminta suplai vaksin dosis ke 1.

“Suplai dari provinsi itu kita harus minta. Kalau dosis 1 mah gampang, kita minta dosis apa, Langsung dikirim. Kita juga langsung kasih ke masyarakat,” ujarnya.

Meski begitu, Harizal mengatakan, saat ini stok vaksin dosis 1 baik 2 masih aman. “Tapi kita tetep, akhirnya kita dapat juga dari Provinsi. Saat ini (stok vaksin) tidak ada masalah, dan dosis ke 2 nya juga masih ada. Macam-macam vaksinnya ada Sinovac, Pfizer, AstraZeneca,” tandasnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka terus melakukan pendistribusian vaksin untuk masyarakat.

Saat ini, data dari dinas tersebut, sudah 1.036.268 suntikan vaksin yang diberikan kepada masyarakat. Atau jika dalam persentase, sudah 49,44 persen.

Sementara, untuk pendistribusian dosis pertama, sudah 64,95 persen dan dosis kedua 33,68 persen. Namun dalam pelaksanaannya, ketersediaan dosis kedua vaksin menjadi kendala Dinas Kesehatan saat ini.

Kepala Dinas Kesehatan Majalengka, Harizal Harahap mengatakan, sejatinya ketersediaan vaksin sampai saat ini dinilai bagus, tidak ada masalah terkait vaksin.

Menyikapi hal itu, pihaknya selama ini terus meminta terkait jenis vaksin yang paling diminati oleh masyarakat.

Seperti misalnya, banyak masyarakat yang ingin divaksin jenis sinovac dosis kedua, pihaknya harus secepatnya meminta pengiriman vaksin dari pemerintah provinsi.

“Itu dia, suplai dari pemerintah provinsi itu kita harus minta. Sedangkan, kadang saat diminta, ketersediaan vaksin di sana sedang kosong. Banyak masyarakat yang komplain, tapi kan gimana vaksin kan dari provinsi,” ucapnya.(hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.