Usai Kunker, Anggota DPRD Majalengka Terpapar Covid-19, Raperda Terancam

oleh -10 views
Kantor DPRD Kabupaten Majalengka

RAKYATCIREBON.ID – Sejumlah agenda kerja DPRD Kabupaten Majalengka, kembali terancam tidak bisa selesai tepat waktu. Menyusul adanya dua anggota DPRD Kabupaten Majalengka yang terkonfirmasi positif Covid-19, pasca kunjungan kerja ke luar daerah.

Kabag Legislasi Sekretariat DPRD Kabupaten Majalengka, Eman Suherman kepada Rakyat Cirebon menjelaskan, kedua anggota DPRD tersebut diduga terpapar Covid-19 selepas bertugas ke Bandung. Namun keduanya belum sempat datang ke kantor DPRD Majalengka, sehingga kantor DPRD tidak di-lockdown.

Keduanya sebut Eman, sempat mengalami sakit saat bertugas di luar kota. Kemudian langsung pulang ke rumahnya dan melakukan perawatan. Namun setelah diperiksa, ternyata terpapar corona.

“Yang terpapar cuma dua. Mereka sebelumnya sempat bertugas ke luar kota. Sempat mengeluh sakit, yang akhirnya pulang ke rumah dan dirawat,” bebernya, Kamis (10/6).

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Majalengka Drs H Eddy Anas Djunaedi MM mengaku kaget. Pasalnya, kedua koleganya tersebut sebenarnya sudah mendapatkan vaksinasi. Namun ternyata masih juga terkena corona.

Namun setelah berkonsultasi dengan pihak dokter dan Satgas Covid-19 diketahui, jika vaksin baru akan bekerja efektif setelah satu bulan berada dalam tubuh. Selain itu, vaksin sendiri untuk memperkuat kekebalan tubuh. Sehingga jika sudah 80 persen penduduk divaksin, maka diharapkan nantinya tidak akan ada ruang bagi corona untuk menyerang manusia.

Saat disinggung soal program kerja DPRD, Eddy mengakui, dengan adanya anggota DPRD yang terpapar, dan penerapan kembali WFH di kantornya, maka otomatis mengganggu semua program yang sudah dirancang. Di antaranya pembahasan empat perda lama yang belum tuntas, serta pembahasan lainnya.

“Mudah-mudahan bisa cepat sembuh. Sebab saya dapat kabar katanya kondisi keduanya sudah semakin baik. Sehingga kita bisa kembali membahas dan menyelesaikan sejumlah program kerja yang belum tuntas,” harapnya.

Dari kasus dua koleganya itu, Eddy meminta kepada masyarakat untuk tidak menganggap sepele persoalan Covid-19. Tetap menjaga protokol kesehatan. Sebab hanya dengan penerapan protokol kesehatan yang baik, maka pandemi Covid-19 bisa ditekan. Penerapan 3 M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan serta melakukan vaksinasi , menjadi salah satu upaya paling tepat untuk bisa memutus penyebaran corona. (pai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.