Usaha sambil Berderma, JNE jadi Inspirasi Pelaku UKM

oleh -26 views
BERBAGI. JNE Cirebon saat melakukan kegiatan sosial berupa santunan kepada anak yatim usai khitanan massal di Cirebon. (Foto : Ist/Rakyat Cirebon)

RAKYATCIREBON.ID – Bukan sekedar usaha, ada misi pemberdayaan dalam aktivitas bisnis yang dijalankan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE). Memberi, Menyantuni dan Menyayangi menjadi motto yang dijunjung tinggi perusahaan jasa pengiriman rintisan mendiang Soeprapto Soeparno sejak 30 tahun silam itu.

Kini #JNE menjelma sebagai salah satu perusahaan ekspedisi terbesar di Indonesia. Dengan lebih 7.000 jaringan bisnis, JNE menjadi andalan masyarakat dalam berkirim paket ke seluruh penjuru nusantara. Baik perorangan maupun industri.

Dalam puncak HUT JNE ke 30, Minggu (29/11/2020) Presiden Direktur JNE, M Feriadi Soeprapto mengatakan, #30tahunJNE telah melayani masyarakat Indonesia di bidang jasa pengiriman ekspres dan logistik. Setiap tahun JNE mematok target kenaikan transaksi pengiriman 30 sampai 40 persen. 

Berbarengan dengan moncernya usaha, JNE tak luput berderma dalam berbagai kegiatan pemberdayaan. Ribuan UKM telah dibina dan diikutkan dalam berbagai pelatihan seperti digital marketing dan pelatihan pengemasan.

Selain itu, kata Feriadi, pendiri JNE mendiang Soeprapto Soeparno telah menanamkan nilai-nilai spiritual berbagi kebahagiaan dengan anak yatim, fakir miskin, tuna netra, janda tidak mampu dan kaum dhuafa lainnya.

JNE menyisihkan 2,5 persen dari laba setiap bulan untuk dizakatkan dan disalurkan langsung kepada penerima. Bentuknya macam-macam. Mulai dari santunan, pemberian kebutuhan harian, pengobatan gratis.

Program CSR JNE diarahkan untuk memberi manfaat pemberdayaan sebanyak mungkin kepada masyarakat luas.  Sehingga di Desember 2020 JNE juga dianugrahi penghargaan sebagai perusahaan dengan CSR terbaik 2020.

Di masa Pandemi Covid-19, JNE juga berkolaborasi dengan berbagai lembaga, instansi dan start up. Di antaranya kolaborasi dengan Ruang Guru memberikan internet dan komputer gratis untuk fasilitas belajar jarak jauh anak yatim piatu.

“Serta menggandeng  Baznas untuk donasikan 1000 Al-Quran ke berbagai daerah di Indonesia dan langkah manfaat lainnya,” ujar Feriadi.

Ada pula pengiriman gratis berbagai alat kebutuhan penanganan Covid-19. Hingga saat ini JNE sudah mengirimkan lebih dari 20 ton ke seluruh Indonesia dan masih terus dilakukan.

Feriadi menambahkan jargon #connectinghappiness (mengantarkan kebahagiaan) yang diusung JNE punya makna luas. Jika bicara #30tahunbahagiabersama JNE, bukan saja tentang pengiriman paket, juga menyangkut berbagai aspek kehidupan masyarakat.

“Hal ini karena empat sektor, yaitu SDM, infrastruktur, teknologi informasi, dan lingkungan sekitar, menjadi perhatian utama perusahaan,” imbuhnya.

Misi pemberdayaan ini juga ditularkan di level cabang. Salah satunya di Cirebon,Jawa Barat. Kepala Cabang JNE Cirebon, Mufidz menjelaskan, berbagai kegiatan sosial yang dilakukan JNE merupakan komitmen JNE sesuai prinsip berbagi kebahagiaan yang ditanamkan oleh pendiri JNE.

Mufidz menambahkan  sisihan 2,5 persen keuntungan setiap bulan disalurkan untuk kebutuhan pokok sejumlah yayasan yatim piatu di Cirebon dan Kuningan. Yakni Yayasan Yatim Nurul Huda, Yayasan Ponpes Amparan Jati, Yayasan Ponpes Dhiya As-Sunnah  dan Yayasan Ponpes Umul Qurro.

Selain itu, kata Mufidz, ada pula program Jumat berkah. Kegiatan berbagi makanan kepada masyarakat sekitar Cabang JNE Cirebon yang membutuhkan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat.

“Juga ada pembagian sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19, kegiatan sunatan masal bekerja sama dengan berbagai pihak dan pendistribusian gratis untuk pengiriman APD ke UPT Puskesmas Munjul Majalengka,” ujar Mufidz, Kamis (24/12/2020).

Tak hanya diterapkan di lingkungan perusahaan, semangat usaha JNE yang kental dengan misi pemberdayaan juga jadi inspirasi para pelaku UKM. Di Cirebon, Pemilik Rumah Sajadah, Lily Hilaliyah menghimpun 2,5 persen dari total laba bulanan untuk disedekahkan dalam bentuk beras.

Rumah Sajadah merupakan UKM yang bergerak di bidang produksi dan pemasaran sajadah busa, mukenah dan tasbih. Pemasarannya 100 persen mengandalkan digital marketing.

Sehingga JNE sebagai perusahaan ekspedisi sangat dibutuhkan untuk mendistribusi pesanan konsumen. “80 persen pesanan kami kirim ke konsumen menggunakan JNE,” ujar Lily.

Lily mengatakan, sudah sejak lama mengenal JNE. Menurutnya, upaya JNE dalam membantu dan memberdayakan kalangan kurang mampu patut jadi contoh pengusaha lain, juga bagi Rumah Sajadah.

“Program sosial yang kami jalankan menyisihkan minimal 2,5 persen dari laba bulanan untuk disedekahkan dalam bentuk beras. Kami secara rutin melakukan itu,” ucap Lily.

Di lokasi yang berbeda, Pemilik Indohijab.id, Abdan Muhammad mengaku terinspirasi oleh usaha sambil berderma  yang dilakukan JNE. Baginya hal itu merupakan wujud nyata kepedulian pengusaha kepada masyarakat kurang mampu.

“Contoh yang baik. Indohijab.id sendiri tergabung dengan komunitas Tangan Di Atas. Bersama dengan pelaku UKM lain, kami juga melakukan aksi sosial berupa santunan ke disabilitas atau anak yatim,” ujar pengusaha busana asal Tegal Gubug itu.

Lily dan Abdan dengan usahanya masing-masing, sama-sama menyadari menyisihkan sebagian dari laba usaha untuk berbagi kepada sesama bukan saja soal tanggung jawab sosial. Melainkan upaya membuka harapan bagi mereka yang kurang mampu dan menularkan semangat kemandirian melalui usaha. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *