Urutan PAM Melorot, Opang: Kita Sulit Klarifikasi

oleh -1 views
Direktur Utama PAM TGN, Sopyan Satari SE MM

RAKYATCIREBON.ID – Perumda Air Minum (PAM) Tirta Giri Nata Kota Cirebon berada di posisi kelima dari bawah, dalam nilai kinerja BUMD air minum di Jawa Barat.

PAM TGN dengan indeks kinerja 2,91 ada di posisi 19 dari 23 daerah yang memiliki BUMD air minum. Nilai kinerja itu tertuang dalam buku kinerja BUMD air minum tahun 2020.

Direktur Utama PAM TGN, Sopyan Satari SE MM mengatakan, penyesuaian tarif yang belum juga dilakukan sejak 9 tahun terakhir ini, menjadi salah satu perhatiannya.

Sehingga, pihaknya berharap bisa melakukan penyesuaian tarif untuk perbaikan pelayanan. “Pelanggan puas dan insya Allah tarif bisa kita sesuaikan,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Opang itu menjelaskan, terdapat perbedaan cara audit dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Dikarenakan situasi pandemi Covid-19, maka audit dikombinasikan melalui daring dan sosial media. Sehingga PAM TGN kesulitan berkomunikasi untuk kepentingan klarifikasi.

“Kita ada kesulitan komunikasi untuk klarifikasi data dan lainnya. Sehingga ada miskomunikasi yang mengakibatkan indikator-indikator yang dinilai itu tidak seperti yang diharapkan,” kata Opang.

Ia mencontohkan, audit kualitas air. Opang meyakini, kualitas air PAM TGN tidak diragukan lagi. Hanya saja, indikator audit atau penilaian mengharuskan pemeriksaan dilakukan oleh dua laboratorium yang terakreditasi.

“Misalnya kualitas air kita, siapa sih yang meragukan kualitas air kita? Insya Allah tidak ada. Tapi karena dinilainya harus ada pemeriksaan dari laboratorium internal dan eksternal, maka angkanya kita nol. Karena pemeriksaan kita hanya dilakukan oleh internal,” jelasnya.

Dari aspek pelayanan, Opang mengakui, pihaknya belum bisa melayani pelanggan 24 jam secara keseluruhan. Tapi sebenarnya ada yang mengalir selama 24 jam, seperti di Jalan Ahmad Yani By Pass, Jalan Kalijaga, dan lainnya.

Meskipun ada pula yang hanya 18 jam, 15 jam, 10 jam bahkan di bawah itu.

“Tapi karena komunikasinya sulit (saat audit), jadi dianggap tidak ada yang bisa dilayani 24 jam. Sehingga nilainya kecil dan sebagainya,” kata Opang.

Berangkat dari pengalaman tersebut, Opang mengaku, untuk audit mendatang atau  Mei nanti, posisi PAM TGN akan meningkat lebih baik.

Bahkan, jika dibandingkan BUMD air minum di wilayah III Cirebon, PAM TGN masih bisa menyetor ke PAD, kendati masih pakai tarif lama.

“Kita masih bisa setor PAD sebesar Rp2,23 miliar (2019), walaupun tarif air 9 tahun belum bisa disesuaikan. Dan insya Allah PAD tahun 2020 kita bisa setor sebesar Rp2,79 miliar,” katanya. (jri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.