Ulil Abshar: Kalau Dibiarkan, Polarisasi di Media Sosial Bikin Ngeri

oleh -6 views

RAKYATCIREBON.ID РCendekiawan Nahdatul Ulama (NU) Ulil Abshar Abdalla  mengatakan, polarisasi di media sosial yang terjadi selama ini dinilai perlu diatasi bersama-sama.

Hal ini agar tidak menimbulkan perpecahan yang berlarut-larut di masyarakat. Apalagi dengan adanya tindakan akun-akun yang menyebarluaskan informasi pribadi di media sosial. 

“Saya kira harus ada gerakan civil society untuk bagaimana mengatasi polarisasi di medsos. Menurut saya cara mendeteksi masalahnya cukup mudah.” kata  Ulil Abshar Abdalla di kanal YouTube Bravos Radio Indonesia.

Akun-akun penyebar dan menjadi sumber polarisasi di masyarakat mudah diketahui. Baik itu akun pro pemerintah maupun yang berseberangan.  “Sekarang itu mudah diketahui. Kita tahu kok, akun-akun yang sekarang ini menjadi sumber polarisasi sosial, itu kita tahu. Baik akun yang digunakan oleh penguasa atau oknum penguasa atau akun-akun yang dipakai oleh oknum yang menjadi oposisi tapi menggunakannya secara salah. Itu kita tahu semua,” beber tokoh Islam liberal ini.

 Permasalahannya, ada kecenderungan jika yang membuat hoaks itu akun berseberangan pemerintah menindak dengan tegas. Sebaliknya, yang dinilai pro pemerintah dibiarkan.

“Sekarang ini kan ada kecenderungan, jika yang menimbulkan hoaks itu adalah akun-akun di seberang pemerintah, ditindak dengan tegas, tapi  begitu menyangkut akun-akun yang di pihak pro penguasa itu kan seperti dibiarkan begitu saja,” ujarnya.

Hal ini menjadi masalah karena polarisasi ditimbulkan oleh akun-akun semacam itu. Apalagi akun yang melakukan doxxing yang menjadi sumber ketakutan masyarakat.

“Nah itu menurut saya masalah, karena polarisasi yang ditimbulkan oleh akun-akun semacam ini, terutama akun-akun yang melakukan itu doxxing itu. Itu doxxing itu ngeri. Salah satu sumber ketakutan orang sekarang ini untuk berbicara di medsos,” sambungnya.

Doxing atau juga biasa ditulis dengan doxxing merupakan kegiatan membongkar atau menyebarkan informasi pribadi seseorang yang dilakukan oleh orang tidak berwenang atau tanpa izin dari pihak yang bersangkutan. 

“Karenanya harus ada gerakan sosial bagaimana cara mengatasi ini. karena doxxing membuat orang takut bicara, karena itu jahat sekali, cara praktiknya, baik dari penguasa maupun oposisi kalau ini tidak diatasi itu ngeri,” tegasnya.(esy/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *