Tukang Kredit asal Majalengka Mudik Lebih Awal, Langsung Isolasi Mandiri

oleh -8 views
LEBIH AWAL. Sekitar 150 pekerja yang berprofesi sebagai tukang kredit di Jabodetabek, pulang ke Majalengka lebih awal, untuk hindari larangan mudik. FOTO: HASANUDIN/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Tak mau mengalami masalah dalam perjalanan karena larangan mudik, ratusan warga Kabupaten Majalengka, yang bekerja di Jabodetabek pulang kampung lebih awal. Mereka yang bekerja sebagai tukang kredit ini mudik ke kampung halamannya di Desa Weragati, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka.

Menggunakan lima unit bus, sekitar 150 orang tukang kredit tiba di Desa Weragati pada Selasa (20/4) siang. Mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kecamatan Palasah, Satgas Kecamatan langsung mendata siapa saja pemudik yang telah datang.

‚ÄúPuskesmas bersama satgas kecamatan berupaya melakukan pendataan. Pemeriksaan dasar dan edukasi mengenai isolasi mandiri serta melakukan rapid antigen,” ujar Kepala Puskesmas Waringin, Maulana, Rabu (21/4).

Dia berharap para tukang kredit dapat diketahui status kesehatan. Serta mampu melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Sehingga, penularan Covid-19 dapat dihindari.

“Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama dengan Satgas Covid-19 kecamatan. Alhamdulillah, upaya ini direspons positif para pengusaha. Dengan koordinasi waktu tempat dan sasaran,” ucapnya.

Selain upaya dari satgas kecamatan, Maulana menyampaikan, para pengusaha dari berbagai bos tukang kredit tersebut juga menyediakan suplemen. Hal itu dilakukan, agar para karyawannya bisa kembali berangsur bekerja usai Lebaran nanti.

“Kami juga ambil sampel dari ratusan tukang kredit itu, untuk jalani rapid test antigen. Nanti kalau reaktif, naik ke tahap PCR dan seterusnya. Tapi alhamdulillah selama ini tidak ada,” jelas dia.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Covid-19 Majalengka, Eman Suherman  mengatakan, mereka yang mudik lebih awal diinstruksikan untuk menjalani isolasi mandiri.

Untuk merealisasikan hal itu, Eman telah menginstruksikan pihak satgas kecamatan untuk memberikan imbauan bagi warga yang mudik lebih awal. “Satgas agar mengarahkan untuk isolasi, kita kontak camatnya dan pak camat agar bisa memberikan arah dan petunjuknya kepada satgas,” ujar Eman.

Terkait ketersediaan tempat karantina bagi para pemudik, pihaknya akan lebih menekankan untuk isolasi mandiri. Kecuali, jika ada yang bergejala dan diharuskan untuk dirawat di rumah sakit.

“Isolasi mandiri saja di rumah masing-masing, kecuali kalau ada yang ada gejala. Isolasinya di rumah sakit,” ucapnya.

Salah satu pekerja tukang kredit asal Desa Waringin, Kecamatan Palasah, Dian (28) mengaku senang bisa kembali menginjakkan kaki di kampung halamannya. Ia merupakan salah satu dari dari ratusan warga Majalengka yang baru saja datang dari Jabodetabek sebagai pekerja menjadi tukang kredit. “Pastinya senang, bisa pulang ke rumah. Pulang setahun sekali, waktu Lebaran saja,” ujar Dian.

Ia menyampaikan, setelah tiba di rumah, dirinya akan membantu orang tuanya sebagai petani. Adapun, ia akan kembali ke tempat rantau usai Lebaran nanti. “Sudah dari tahun-tahun kemarin, kalau pulang pastinya bantu orang tua. Senang sih. Tapi sedihnya jadi tidak ada penghasilan selama sebulan,” ucapnya.

Masih kata dia, saat tiba siang kemarin, dirinya langsung diperiksa Tim Satgas Kecamatan Palasah terkait kesehatan. Dari pemilik perusahaannya pun diberi stimulus suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh selepas bekerja.

“Alhamdulilah, baik-baik saja. Tapi saya disarankan untuk langsung mengganti pakaian ketika datang ke rumah dan disuruh isolasi mandiri selama 3 hari,” jelasnya.

Mereka kompak pulang kampung lebih awal untuk menghindari larangan mudik pemerintah mulai 6-17 Mei mendatang. Tata (30), salah seorang tukang kredit mengatakan, kepulangannya ini memang sudah dijadwal oleh pemilik usaha kredit pakaian.

Menurutnya, hal ini dilakukan selain untuk menghindari larangan mudik, juga sudah rutin dilakukan tiap tahun. “Dari Karawang, emang udah dari minggu kemarin diumumin kalau hari ini semua (tukang kredit) dipulangkan. Antisipasi larangan mudik juga. Tapi emang tiap tahunnya kalau Ramadan kita semua pulang kampung,” ujar Tata.

Selain bekerja di Karawang, tukang kredit asal Majalengka ini juga bekerja di beberapa daerah lainnya, seperti Jakarta dan Bekasi. “Banyak sih dari Jakarta Bekasi juga ada. Kita emang kompak, meskipun kerjanya di beda-beda orang yang punya kreditan, tapi komunikasi lancar. Jadi sudah janjian pulangnya. Yang awal berangkat dari Jakarta dulu, kami yang di Karawang dijemput,” ucapnya.Setelah tiba di kampung halamannya, para tukang kredit ini kemudian diperiksa kesehatannya oleh petugas puskesmas setempat. Selain dicek suhu badan, mereka juga dites rapid antigen. “Ini mau dites antigen dulu karena memang aturannya harus di antigen,” jelas dia. (hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *