Tim SAR Gabungan Maksimalkan Pengerahan Personel dan Alut Cari 14 ABK

oleh -4 views
OPERASI. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di lokasi kecelakaan laut untuk mencari 14 ABK. FOTO: ISTIMEWA

RAKYATCIREBON.ID – Memasuki hari keempat pencarian terhadap 14 anak buah kapal (ABK) MV Barokah Jaya, Selasa (6/4), Tim SAR gabungan yang dikerahkan disertai pula dengan upaya memaksimalkan daya dukung kekuatan personel dan alat utama (alut).

Hingga saat ini Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian dengan mengerahkan 4 unit kapal. Yaitu KN SAR Wisnu, KRI Cucut Koarmabar, KP Parkit, dan Kapal 1006 Polair Polda Jabar. Selain itu, penyelaman juga akan terus diupayakan dalam proses pencarian belasan ABK.

“Hari keempat ini kita mengerahkan semua kekuatan yang ada, baik alut dan personil. Penyelam juga disiapkan baik dari Basarnas Special Group, Polair, Lanal ataupun organisasi hobi dan lainnya. Namun pencarian akan fokus pada penyisiran sesuai dengan rencana operasi yang sudah disusun,” jelas Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah.

Untuk Alut yang digunakan yaitu 1 unit KN SAR Wisnu, 2 unit RIB KN Wisnu, 1 unit KRI Cucut, 1 unit RIB 01 Bandung, 1 unit KP Parkit, 1 unit 1006 Polair Polda Jabar, 1 unit kapal nelayan Pemuda Pancasila, 1 unit Radio SSB , 1 unit Radio Portable Digilog, 2 set peralatan SAR Air,  dan 1 set peralatan medis. “Pengerahan alut dari berbagai pihak ini sangat membantu pencarian untuk melakukan penemauan korban,” terangnya.

Dikatakan, rencana operasi pada hari keempat yaitu dengan membagi tim menjadi 3 sektor sesuai dengan SAR Map Prediction. Sektor 1 KN SAR Wisnu melakukan penyisiran dengan luas area pencarian 50.5 NM. Sektor 2 KRI Cucut melakukan penyisiran dengan luas area pencarian 52.3 NM. Sektor 3 yaitu KP Parkit dan Kapal 1006 Polair Polda Jabar melakukan penyisiran dengan luas area pencarian sejauh 8.46 NM.

Sedangkan rencana jika korban ditemukan akan dievakuasi menggunakan KN SAR Wisnu ke Pelabuhan Eretan Wetan. Selanjutnya di-intercept oleh Kapal Syahbandar dan RIB 01 Bandung ke Pelabuhan Eretan dan dibawa ke RSUD Bhayangkara Indramayu.

Sementara prediksi cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebutkan tinggi gelombang 1.5-2 meter, kecepatan angin 10-25 Knot (Barat-Barat Laut), dan kecepatan arus 20-45 sentimeter per detik. Prakiraan cuaca ini cukup diwaspadai oleh Tim SAR gabungan dalam proses pencarian tersebut.

Meski demikian, tim optimis bisa melakukan penyisiran secara maksimal dan berharap bisa menemukan seluruh korban. “Prakiraan cuaca BMKG pada hari ini patut diwaspadai, namun begitu tidak menyurutkan semangat bagi tim untuk melakukan pencarian dan bisa menemukan korban. Kami juga berharap semoga POB yang ditemukan sedang dalam keadaan survive,” harapnya.

Untuk memaksimalkan pencarian korban, lanjut Deden, Selasa (6/4) malam sekitar pukul 22.00 WIB ada tambahan dua kapal nelayan yang bertolak dari Pelabuhan Eretan untuk melakukan pencarian dengan melakukan penyisiran. “Dua kapal yang diberangkatkan lagi besok bisa langsung melakukan pencarian,” pungkasnya. (tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *