Bupati Acep Terjunkan Ratusan ASN Deteksi Kemiskinan

oleh -7 views
TERJUNKAN. Bupati Kuningan H Acep Purnama langsung membentuk tim yang terdiri dari ratusan ASN untuk diterjunkan ke berbagai daerah dalam hal mendeteksi penyebab tingginya angka kemiskinan.
TERJUNKAN. Bupati Kuningan H Acep Purnama langsung membentuk tim yang terdiri dari ratusan ASN untuk diterjunkan ke berbagai daerah dalam hal mendeteksi penyebab tingginya angka kemiskinan.

RAKYATCIREBON.ID – Pasca diiformasikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, tentang meningkatnya angka kemiskinan di Kuningan.

Bupati Kuningan H Acep Purnama langsung membentuk tim yang terdiri dari ratusan ASN untuk diterjunkan ke berbagai daerah, mendeteksi dan mencari solusi dalam hal pencegahan.

Seperti yang disampaikan di depan para kepala desa, camat dan pengurus BumDes, pada saat peresmian kantor Kecamatan Cilebak, Jumat (19/2).

Acep menjelaskan bahwa apa yang disampaikan oleh Gubernur Ridwan Kamil, harus dijadikan landasan masyarakat Kuningan lepas dari predikat tersebut.

Untuk itu, selain memerintahkan ratusan bawahannya, Ia juga meminta agar peran serta masyarakat untuk berwirausaha dan mengaktifasi Bumdes.

Khususnya untuk Bumdes yang notabene diberikan operasional dari anggaran Desa, diharapkan dapat menjadi salah satu unit usaha desa yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Solusi yang ditawarkan oleh orang nomor satu di Kuningan itu diantaranya dengan memanfaatkan UMKM yang sudah ada atau dengan menjadi suplier dari hasil sumber daya yang dimiliki masyarakat.

Dengan pemanfaat kerjasama Bumdes dan potensi yang dimiliki masyarakat wilayahnya, Acep mengatakan, secara tidak langsung akan terjadi pengembangan usaha dan melakukan pemberdayaan masyarakat.

Selain membahas Bumdes, Acep juga menyinggung terkait beratnya masyarakat dalam memproses izin Pangan Industri dan Rumah Tangga (PIRT), dikarenakan biaya yang mahal hingga memberatkan masyarakat.

Sebatas informasi dalam rata-rata pembuatan PIRT di Kuningan dalam setiap tahun hanya 30 izin PIRT yang keluar.

“Hal ini sedang kami pikirkan secara serius, agar dapat meringankan masyarakat dalam mengurus izin PIRT. Karena dengan memiliki produk-produk yang sudah berizin, hal itu juga dapat membuat potensi terbukanya pangsa pasar produk tersebut, semisal dapat dijual di toko modern atau supermarket,” tutupnya.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *