Tekan Kecelakaan di Tol Cipali, Bentuk Forum Lintas Daerah

oleh -1 views
Jalur Tol Cikopo-Paimanan (Cipali) kerap terjadi kecelakaan maut. Untuk itu, pemerintah terus berusaha menekan angka kecelakaan lalu lintas di tol sepanjang 116 kilometer itu. Apa saja upayanya?

PEMERINTAH Kabupaten Cirebon salahsatu yang berkepentingan untuk menekan tingkat kecelakaan di  jalur tol Cipali. Langkahnya adalah dengan terlibat dalam forum komunikasi keselamatan lalu lintas daerah.

rakor tol cipali
Rakor Tol Cipali. Foto: Kim Abdurahim/Rakyat Cirebon

Karena Cipali melewati sejumlah daerah, di dalam forum yang baru dibentuk, kemarin, di dalamnya tergabung sejumlah daerah, seperti Subang, Majalengka, Indramayu, Kota Cirebon, Kuningan hingga Brebes.

Bupati Cirebon Drs H Sunjaya Purwadisastra MM MSi saat ditemui usai membuka Rakor di Kantor Jasa Marga mengatakan, panjang Cipali yang masuk Kabupaten Cirebon hanya 7 kilo saja.

Tapi, lanjut Sunjaya, Cirebon ditunjuk sebagai koordinator dari setiap kejadian yang ada di Cipali. “Kita menggelar rakor ini dengan mengundang sejumlah daerah,” terangnya pada wartawan koran ini, kemarin.

Dikatakan Sunjaya, tujuan digelar rapat koordinasi (rakor) ini untuk menekan angka kecelakaan di jalan tol.

Keberadaan forum, sambung politisi PDIP ini, untuk menghindari saling lempar tanggung jawab. Sehingga dibentuk tugas dan pokok tiap lembaga yang berkaitan yang ada di daerah masing-masing.

“Semua merupakan tanggung jawab bersama, makanya supaya tidak saling lempar kita bagi-bagi tugas. Untuk teknisnya di rakor ini kita bahas, apalagi semua yang berkaitan datang seperti Dishub, Kasatlantas, pengelola tol, perwakilan Polda dan Dirlantas Polri,” papar Sunjaya.

Selain  itu, pihaknya juga menggandeng Dinas Kesehatan masing-masing daerah, sehingga pada saat terjadi kecelakaan lalu lintas dapat ditangani secara cepat.

Dijelaskan Sunjaya, salahsatu upaya yang dilakukan Pemkab Cirebon sendiri meminta Jasa Marga membuka exit Tol Ciledug sehingga pada saat terjadi laka lantas, dapat segera dibawa ke rumah sakita terdekat, yakni RSUD Waled.

“Semoga dengan dibentuk forum ini, kecelakaan di tol dapat ditekan semaksimal mungkin,” harapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, DR Iis Krisnandar menambahkan, pada intinya rakor terkait penanganan laka lantas di Tol Cipali dan Pejagan.

“Kalau dilihat dari panjang tol, kita hanya 7 kilometer. Tapi laka lantas ini, bisa saja yang jadi korban keluarga kita warga Cirebon. Maka dari itu, penanganannya juga harus melibatkan sejumlah daerah yang dilewati tol,” jelasnya.

Lebih jauh disampaikan Iis, sepanjang tahun 2015 tercatat 27 orang tewas di Cipali. Rata-rata penyebab kecelakaan karena human error.

“Tidak sedikit kecelakaan di Cipali itu karena menabrak  belakang mobil lain. Ini bisa karena mobil pengangkut barang jalannya di bawah batas minimum, atau justru yang menabrak kecepatannya melebihi batas,” tandasnya.

Salah satu langkah konkret dari kegiatan kemarin, pihaknya akan menggelar sosialisasi sekaligus pemasangan stiker atau hologram pada kendaraan pengangkut barang.

“Biasanya, kendaraan pengangkut barang  melaju dengan kecepatan di bawah 60 kilometer perjam sehingga membahayakan pengendara lain,” katanya.

Apalagi, sambungnya, Tol Cipali cukup panjang dan mulus, sehingga kendaraan pribadi rata-rata melaju dengan kecepatan diatas 100 Km/jam.

Perbedaan kecepatan inilah, lanjut Iis, yang kemungkinan menyebabkan kecelakaan tabrak belakang.

“Kedepan, kita perhatikan muatan mobil barang, apakah melibihi tonase atau tidak. Kemudian apabila melaju dibawah kecepatan minum, akan ditindak,” jelasnya. (ahmad asari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.