Target Semester Dua PTM 100 Persen

oleh -11 views
MENUJU 100 PERSEN. Kapasitas PTM Terbatas maksimal masih 50 persen, Disdik menyatakan ada kemungkinan semester dua bisa 100 persen. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Cirebon masih melakukan evaluasi pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kota Cirebon.

Saat ini tenaga kesehatan masih melakukan uji petik dengan tes swab secara acak di 30 titik satuan pendidikan yang ada, dengan mengambil sample 10 persen dari jumlah populasi di setiap satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Irawan Wahyono mengatakan, saat ini uji petik masih terus dilakukan, dan pihaknya belum menerima laporan mengenai hasil uji petik yang masih berjalan.

“Uji petik yang kedua belum ada hasil. Belum kita terima, tapi mudah-mudahan hasilnya negatif,” ungkap Irawan kepada Rakyat Cirebon.

Melihat dari kondisi saat ini, lanjut Irawan, pelaksanaan PTM terbatas masih dibatas maksimal 50 persen dari jumlah siswa di sekolah, yang di breakdown dalam kapasitas 50 persen di setiap kelasnya.

Namun saat ini, leveling PPKM Kota Cirebon sudah ada di level I, sehingga ia optimis pada semester depan kapasitas PTM bisa ditingkatkan.

“Kalau saat ini kita level I, kemudian kasus terus landai dan hasil uji petik kedua ini hasilnya bagus dan nol kasus, kemungkinan PTM 100 persen, semester dua, tahun depan,” jelas Irawan.

Namun demikian, kata dia, pihak Dinas Pendidikan akan tetap menunggu ketentuan terbaru dari tingkat pusat dan Satgas, kendati hasil evaluasi menunjukkan hasil yang sesuai harapan.

“Kalau situasi mendukung dan mendapatkan rekomendasi dari Satgas, saat masuk semester dua pertengahan Januari mendatang, kapasitas bisa 100 persen,” kata Irawan.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya sudah dilakukan uji petik tahap pertama terhadap 600 siswa secara acak, dan hasilnya, lima siswa dinyatakan terkonfirmasi positif.

Lalu setelah dilakukan tracing terhadap siswa yang dinyatakan positif, kasus bertambah menjadi sembilan, sehingga uji petik diteruskan untuk tahap kedua dengan sasaran yang lebih banyak.

Guna mengantisipasi terjadinya kasus baru, ditambahkan Irawan, Dinas Pendidikan mengimbau kepada para siswa untuk tidak bepergian saat liburan Natal dan Tahun Baru mendatang, terlebih setelah libur Nataru akan dilanjut dengan liburan semester.

“Kalau pas bagi rapot libur, Nataru juga, tapi kita imbau tidak boleh pergi-pergi,” imbau Irawan. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.