Tanpa Wawali, Azis Lebih Leluasa

oleh -2 views
Dani Doakan Walikota Sehat Selalu, Sebut Peluang di Pilwalkot 2018 Terbuka Lebar


KEJAKSAN – Ketiadaan wakil walikota (wawali) hingga akhir masa jabatan pada 16 April 2018 mendatang, menjadi keuntungan tersendiri bagi Walikota Drs Nasrudin Azis SH. Di sisi pemerintahan, tidak adanya wawali, diyakini tidak akan berpengaruh signifikan.

walikota cirebon
Walikota Cirebon Nasrudin Azis. dok. Rakyat Cirebon

“Saya kira, tidak adanya wakil walikota, tidak akan berpengaruh secara signifikan, sepanjang DPRD maupun eksekutif bersinergi. Terlebih lagi, sebagian tugas-tugas walikota bisa didelegasikan kepada sekda,” ungkap Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Cirebon, Dani Mardani SH MH, saat ditemui di gedung dewan, kemarin.

Walaupun, kata Dani, dalam ketentuan peraturan perundang-undangan diatur beberapa tugas walikota yang tidak bisa dilaksanakan oleh sekda, akan tetapi sebagian tugas lainnya bisa dilaksanakan oleh sekda, bila walikota berhalangan.

“Kalau sepanjang tugas-tugas keseharian, mungkin bisa. Yang penting sekarang sih kita doakan mudah-mudahan walikota selalu sehat,” katanya.

Politisi yang juga anggota Panitia Pemilihan (Panlih) Wawali di DPRD itu menjelaskan, terkait tidak diprosesnya pemilihan wawali.

Meskipun walikota sudah mengusulkan dua nama calon wawali, yakni Ir Toto Sunanto dan Dra Hj Eti Herawati, namun panlih tidak bisa memprosesnya.

“Terkait dengan usulan dua nama calon wawali yang disampaikan oleh walikota, yaitu Pak Toto dan Bu Eeng Charli itu tidak memenuhi syarat absolut yang diatur oleh UU. Yaitu surat pengajuan dari tiga partai pengusung. Dan itu tidak dipenuhi. Pengajuan walikota hanya dilampiri oleh satu partai pengusung, hanya Partai Demokrat,” terangnya.

Bahkan, kata Dani, panlih sudah melakukan berbagai upaya agar pemilihan wawali terselenggara. “Kita sudah memfasilitasi ketiga partai. Mereka bersepakat akan melakukan pembahasan kembali. Hingga akhirnya, kita belum bisa menyelesaikan itu,” kata dia.

Dengan seorang diri memimpin Pemkot Cirebon, Dani menilai, walikota memiliki keleluasaan dalam melakukan banyak hal. Salahsatunya untuk kembali mencalonkan di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 2018 mendatang.

“Justru harusnya dimanfaatkan betul oleh walikota. Dengan kekuasaan tunggal, dia bisa lebih leluasa menggunakan kesempatannya untuk maju lagi. Justru ini peluang yang luar biasa,” kata dia.
Begitupun di Pemkot Cirebon, masih kata Dani, walikota bisa leluasa menentukan kebijakan, tanpa harus berdebat terlebih dahulu dengan wawali.

“Dia bisa lebih leluasa mengambil kebijakan, tanpa harus kemudian kontroversi dengan pimpinan daerah yang lain. Dalam hal ini wakil walikota misalkan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs Asep Dedi MSi akan melaksanakan tugas secara maksimal untuk mengisi kekosongan posisi wakil walikota. Dikatakan Asep Dedi, sudah menjadi kewajibannya untuk memaksimalkan tugas, seperti apa yang ucapkan walikota dimana akan memaksimalkan sekda dan para pejabat lainnya.

“Kami pasti akan melaksanakan semaksimal mungkin. Sehingga produk pemerintah akan berjalan dengan baik,” ungkap pria berkacamata itu kepada awak media, kemarin.

Dijelaskan Asep Dedi, tak hanya dari unsur pemerintahan saja yang akan dikerahkan secara maskimal, semua elemen masyarakat juga akan dilibatkan. Karena, kata Asep Dedi, untuk membangun kemajuan Kota Cirebon tak bisa dipimpin oleh satu atau dua orang.

“Kita juga akan mengefektifkan kinerja asisten, staf ahli, kepala dinas dan semuanya. Sehingga tugas ini akan terus kita lakukan,” jelasnya.

Ditegaskan Asep, kekosangan kursi wawali bukan suatu kendala baginya. Namun, yang mesti dilakukan, sambungnya, adalah bagaiamana memaksimalkan potensi yang ada pada posisi saat ini.

“Saya kira sudah berjalan lama seperti ini, tidak ada kendala. Kita harus sinergi dengan walikota dalam rangka melaksanakan pelayanan kepada masyarakat, sesuai dengan tupoksi masing-masing untuk mencapai visi RAMAH,” tandasnya.

Sebelumnya, Walikota Drs Nasrudin Azis SH mengaku, dirinya tidak bisa berbuat banyak, setelah waktu pengisian wawali habis. Pasalnya, ia sejak awal sudah mengupayakan agar proses pengisian wawali bisa dilaksanakan oleh DPRD Kota Cirebon. Tapi hasilnya nihil.

“Saya sejak awal sudah menyampaikan usulan dua nama calon wakil walikota (ke Panlih di DPRD, red). Tapi karena tidak diproses sampai waktunya habis, akhirnya tidak ada wakil walikota,” ungkap Azis, saat ditemui usai menghadiri sebuah acara di Kelurahan Pulasaren, Senin (17/10).

Azis menegaskan, kegagalan proses pengisian wawali, bukan merupakan strategi atau keinginan dirinya agar bisa seorang diri memimpin. Buktinya, kata Azis, sejak awal dirinya sudah menyampaikan dua calon wawali untuk dipilih oleh dewan.

“Tapi tidak diproses-proses sampai batas akhir. Jadi saya kira, ini harus menjadi tanggungjawab bersama. Bukan hanya dibebankan kepada saya,” katanya. (jri/man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.