Tangkal Berita Bohong, Warga NU akan Dilatih Jurnalistik

oleh -13 views

RAKYATCIREBON.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Majalengka bekerjasama dengan Lembaga Talif wan Nasyr (LTN) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Majalengka, mengajak Keluarga Besar NU (KBNU) Majalengka agar mengikuti diklat Jurnalistik.

Ketua PWI Kabupaten Majalengka, Jejep Falahul Alam mengatakan, Diklat Jurnalistik kali ini mengusung tema membuat video dan menulis itu mudah.

Agenda tersebut akan dilaksanakan pada 13-14 Februari 2021 di aula kantor Pengurus Cabang NU Majalengka.

Adapun narasumber yang akan mengisi materi nanti terdiri wartawan senior dan wartawan yang masih aktif atau menggeluti dunia jurnalistik, baik di media cetak, media online dan media elektronik (televisi).

‚ÄúPeserta akan mendapatkan berbagai fasilitas berupa sertifikat, fotocopy materi dari setiap narasumber, kaos, makan, konsumsi, kalender dan fasilitas lainnya,” kata Jejep usai menggelar rapat bersama dengan Sekretaris Umum PCNU Mimif Miftah, Rabu (20/1).

Dia berharap, melaui pelatihan jurnalistik ini, peserta dapat mampu menulis dan membuat video dengan baik dan benar. Apalagi di tengah meningkatnya kemajuan teknologi dan informasi dewasa ini, menuntut semua warga agar aktif mengisi ruang tersebut dengan berbagai kegiatan positif.

“Tingginya angka partisipasi masyarakat dalam menyampaikan informasi baik melalui media sosial dan media mainstream, akan lebih bermanfaat jika diimbangi dengan keterampilan menulis dan membuat video sesuai ketentuan. Sehingga resiko memungkinkan seseorang terhindar dari berita bohong dan terseret ranah hukum bisa dihindari,” ujarnya.

Sekretaris PCNU Kabupaten Majalengka Ustad Mimif Miftah berharap, pelatihan jurnalistik berkat kerjasama PWI dan KBNU Majalengka. Pesertanya sendiri berasal dari pengurus PCNU, perwakilan setiap lembaga, badan otonom, MWC NU di setiap kecamatan dan anak ranting.

Pihaknya berharap warga NU pada kegiatan nanti, dapat memiliki pengetahuan yang luas mengenai dunia tulis menulis. Seperti membuat opini, siaran pers, membuat berita dan pengetahuan terkait jurnalistik lainnya.

“Selain memberikan edukasi dan mencerdaskan warga NU, kami berharap pelatihan jurnalistik ini dapat meminimalisir beredarnya informasi atau berita bohong yang banyak beredar di media sosial,” paparnya.(hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *