Surat Ketua DPRD yang Bikin Gaduh Ditarik Kembali

oleh -13 views
KLARIFIKASI. Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati SPd (kanan) didampingi suami dan tim kuasa hukumnya memberikan klarifikasi terkait surat disertai proposal berkop DPRD Kota Cirebon. FOTO: NURUL FAJRI/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Publik Kota Cirebon dibuat geger oleh beredarnya foto surat disertai proposal penawaran sponsor atau donatur untuk pembuatan spanduk. Surat dan proposal tersebut berkop DPRD Kota Cirebon dan ditandatangani Ketua DPRD, Affiati SPd serta dilekati stempel basah.

Sasaran edar dari surat dan proposal tersebut adalah perusahaan dan instansi pemerintahan. Isinya penawaran untuk jadi donatur maupun sponsor guna pembuatan spanduk, baliho, t-banner dan sejenisnya bermaterikan imbauan larangan mudik lebaran Idulfitri.

Foto surat dan proposal tersebut beredar dengan cepat di sosial media. Bahkan, di internal DPRD pun menuai reaksi dari kalangan anggota dewan dalam grup WhatsApp. Mereka terkejut sekaligus meminta ketua DPRD mengklarifikasi maksud dari surat dan proposal yang beredar.

Ketua DPRD Affiati memberikan klarifikasi melalui tim kuasa hukumnya. Perwakilan tim kuasa hukum, Gideon Manurung SH menyampaikan kronologi awal sebelum terbitnya surat tersebut. Bermula pada 3 Maret 2021 ada surat masuk ke Sekretariat DPRD ditujukan kepada Affiati dari pimpinan Media Promo Production.

Surat tersebut perihal permohonan dukungan untuk membuat imbauan larangan mudik, sebagaimana kebijakan pemerintah pusat. Oleh Affiati, surat tersebut dipelajari. Isinya memang sesuai perihal tersebut.

“Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah pusat untuk mengimbau masyarakat tidak mudik pada lebaran Idulfitri, yang dikhawatirkan akan meningkatkan kasus Covid-19,” ungkap Gideon, di rumah dinas ketua DPRD.

Dia menambahkan, Affiati memberi persetujuan karena sifatnya hanya pemberian dukungan. Dikarenakan maksud dan tujuan sosialisasi atau imbauan larangan mudik sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat.

Namun, akhirnya surat yang beredar berkop DPRD dan ditandatangani Affiati. Gideon mengakui, ada kesalahan dan harus diakui oleh pimpinan Media Promo Production, harusnya surat itu tidak menggunakan kop DPRD.

“Seharusnya dari pelaksana dalam hal ini Media Promo Production,” ujarnya.

Pihaknya meminta Media Promo Production untuk menarik surat maupun proposal berkop DPRD yang sudah tersebar untuk ditarik dan meminta maaf kepada publik.

“Ada 60 surat lebih sudah beredar. Kami meminta untuk menarik kembali surat tersebut dan meminta maaf. Karena tidak seharusnya berkop DPRD, apalagi ditandatangni Bu Affiati,” kata Gideon.

Gideon menyampaikan, pihaknya juga meminta maaf kepada masyarakat Kota Cirebon, jika pada akhirnya surat maupun proposal dimaksud malah membuat gaduh. “Terkait dengan surat itu sama sekali tidak ada (uang) yang masuk ke rekening, sepeserpun,” katanya.

Di sisi lain, Affiati mengakui, tidak ada pembahasan di level pimpinan mengenai tindaklanjut surat dari Media Promo Production. “Karena itu langsung ke saya,” singkat Affiati¬†

Sementara terpisah, Wakil Ketua I DPRD Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati menegaskan, tidak pernah ada pembahasan di tataran pimpinan dewan terkait surat tersebut. “Tidak ada pembahasan apapun terkait surat itu,” kata Fitria. Hal yang sama juga diakui Wakil Ketua II DPRD, M Handarujati Kalamullah SSos. (jri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *