Sunjaya Hindari Head to Head

oleh -7 views
Enggan Terbawa Suasana, Pilih Fokus untuk Realisasikan Program


SUMBER – Tiga kekuatan besar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Cirebon akan berebut rekomendasi dari Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Sukarno Putri untuk bisa menjadi calon bupati.

bupati sunjaya temui pedagang
Bupati Sunjaya temui pedagang.dok. Rakyat Cirebon

Ketiga kekuatan yang merupakan tokoh internal di tubuh partai belambang banteng moncong putih dalam lingkaran adalah Bupati Drs H Sunjaya Purwadisastra MM MSi, Ketua DPRD H Mustofa, dan Wakil Bupati H Tasiya Soemdi Algotas.

Ketiganya secara terang-terangan pernah menyatakan diri siap untuk  tampil pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018 nanti.

Bagaimana Bupati Cirebon Drs H Sunjaya Purwadisastra MM MSi menyikapi persaingan dalam memperebutkan rekomendasi di internal partainya?

Saat dikonfirmasi wartawan koran ini di ruang kerjanya, Rabu (21/9), Sunjaya mengatakan, dirinya tidak ambil pusing dengan rekomendasi, karena posisinya sebagai calon incumbent dan Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) di DPD PDIP Jawa Barat. Sehingga, Sunjaya optimis akan mendapatkan rekomendasi.

“Tahu sendiri bahwa bappilu itu tugasnya apa. Nanti kan para calon bupati dan wakil dijaring bappilu. Jadi untuk rekomendasi itu tidak usah ditanya,” tuturnya.

Justru yang menjadi kekhawatiran Sunjaya adalah jika pada pilkada nanti berhadapan dengan satu calon. Pasalnya, bisa saja petahana akan menjadi musuh bersama.

“Kalau saya head to head dengan pasangan lain ini bahaya, karena khawatir lawan saya akan membangun koalisi besar,” terangnya.

Oleh karena itu, dengan munculnya beberapa nama calon bupati (cabup) semisal Ketua DPC PKB Muhamad Luthfi, Ketua DPRD H Mustofa, Wabup Tasiya Soemadi kemudian Kardaya Warnika dan H Satori, Sunjaya justru mengaku senang.

Pasalnya, jika ada lebih dari dua pasangan maka itu akan menguntungkan dirinya sebagai incumbent.
“Biarkan saja banyak calon yang muncul, karena saya berharapnya seperti itu. Dengan begitu akan memudahkan saya,” imbuhnya.

Disinggung rival terberat dari sejumlah nama yang muncul, Sunjaya mengakui, jika semua calon adalah lawan terberatnya.

“Saya anggap semuanya berat, karena ini akan memacu saya untuk bisa lebih unggul,” ujarnya.
Meskipun politik Kabupaten Cirebon sudah cukup memanas, bupati yang diusung PDIP ini, enggan terbawa suasana. Mengingat, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di dua tahun sisa jabatannya tersebut.

“Memang masih ada program yang belum terealisasi, maka dari itu beri saya waktu untuk menyelesaikannya,” tandas Sunjaya.

Perlu diketahui, sambungnya, selama dirinya memimpin Kabupaten Cirebon, APBD tiap tahun mengalami kenaikan.

Jika pada saat pertama dirinya menjabat bupati, APBD masih di bawah Rp3 triliun, saat ini mencapai Rp4,4 triliun.

Hal itu, sambung Sunjaya, tidak terlepas dari kepandaiannya dalam melakukan komunikasi politik dan berhasil membawa Kabupaten Cirebon berprestasi.

Sebelumnya, Wakil Bupati Tasiya Soemadi Algotas mengaku, siap jika dipasangkan dengan Ketua DPC PKB Muhamad Luthfi.

“Mas Luthfi itu baik, saya juga sangat intens komunikasi dengannya. Jadi mengapa tidak siap. Siap-siap aja,” ujarnya.

Sebagai kader partai, Gotas harus terus bisa meningkatkan karirnya di pemerintahan. Apalagi, saat ini sudah ada beberapa parpol yang mendekatinya.

“Ada beberapa parpol yang sudah melakukan pendekatan yakni PKS, Nasdem, PKB. Khusus PDIP sendiri juga yang sudah komunikasi,” imbuhnya.

Namun, mantan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon ini mengaku, terlebih dahulu akan fokus dengan program untuk menyejahterakan rakyat.

“Pilkada masih jauh, kita harus tetap fokus merealisasikan program yang berpihak kepada rakyat sehingga rakyat sejahtera,” katanya. (ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.