Siswa Madrasah Berhasil Membuat Teknologi Pengontrol Iklim

oleh -10 views
KERJA SAMA. Kasi Pendidikan Madrasah, Aef Saepullah menegaskan Kemenag akan menjalin sinergitas dengan pemda untuk membantu program pengembangan alat pertanian yang diciptakan siswa MAN Rajagaluh. FOTO: HASANUDIN/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON,ID – Siswa-siswi madrasah aliyah negeri (MAN) Rajagaluh Kabupaten Majalengka yang berhasil membuat teknologi di bidang pertanian, mendapatkan pujian dari Kementerian Agama (Kemenag).

Selama ini, Kemenag memang punya program, madrasah hebat bermartabat. MAN Rajagaluh tahun 2020 lalu sempat mengikuti kompetisi Akademi Madrasah Digital (AMD) dan menjadi juara pertama.

Kepala Kemenag Majalengka, melalui Kasi Pendidikan Madrasah, Aef Saepullah mengatakan pendidikan agama Islam dan ilmu pengetahuan menjadi modal dasar untuk membangun peradaban generasi muda masa kini.

“Salah satunya, anak kita, anak-anak MAN Rajagaluh telah berhasil mengukir prestasi. Itu suatu kebanggaan, perlu dicontoh oleh sekolah dan anak-anak lain,” ungkap Aef kepada Rakyat Cirebon, Kamis (25/3).

Langkah selanjutnya, kata dia, Kemenag menjalin sinergitas dengan pemda dan berbagai pihak, untuk membantu program pengembangan alat pertanian yang diciptakan anak MAN Rajagaluh itu. Tujuannya supaya ada nilai profit dan alatnya lebih memasyarakat.

“Jadi nanti ada nilai jual, juga ada keuntungan ekonomi. Tak hanya selesai menciptakan dan membuat. Sehingga nanti pelajar dan siswa madrasah lebih bermanfaat di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Diakui Aef, haingga kini, di Majalengka belum ada madrasah yang terintegrasi dengan pesantren menciptakan prestasi yang luar biasa besar.

Namun, saat ini Kemenag dan pesantren serta madrasah tengah melangkah untuk menciptakan prestasi tersebut.

Sementara itu, di gedung Yudha komplek pendopo Majalengka, ada pemaparan dari direktur kurikulum sarana kelembagaan dan kesiswaan Kementerian Agama. Pemaparan tersebut yakni soal kemajuan di bidang pertanian.

Kedepan, pertanian menjadi andalan pasca masa pandemi berakhir, karena ada pertumbuhan 16,4% di Kabupaten Majalengka. Mengingat selama masa pandemi, para petani selalu  memanfaatkan lahan tidak produktif menjadi produktif.

Pembangunan pertanian di kabupaten Majalengka telah disusun secara strategis melalui peningkatan kapasitas produksi,  diversifikasi pertanian dan modernisasi pertanian.

Bupati Majalengka Karna Sobahi mengapresiasi Kementerian Agama terkait inovasi siswa MAN Rajagaluh dalam penemuan teknologi pengontrol iklim. Tantangan pembangunan pertanian memanfaatkan teknologi modernisasi.

“Kita ada program padat karya pembuatan jalan menuju areal pertanian. Program ini sangat memberikan kontribusi bagi petani di sekitar dengan adanya lapangan kerja,” ujarnya.

Sementara direktur kurikulum sarana kelembagaan dan kesiswaan Kementerian Agama RI, Umar mengatakan pihak Kementrian Agama menyambut baik inovasi dari sekolah MAN Rajagaluh yang telah meraih juara 1 Ajang Inovasi Teknologi Akademi Madrasah Digital (AMD) 2020 Tingkat Nasional, kategori Most Marketable. Gelar juara itu diraih berkat penelitian yang dilakukan terhadap jamur tiram.

“Inovasi para siswa ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh para petani, khususnya petani jamur,” ungkapnya. (hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *