September, Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir

oleh -2 views
MEMANTAU. Forecaster BMKG Jatiwangi dan Kertajati Ahmad Faiz Zyin memantau pergerakan angin. Sebanyak 14,6 persen wilayah Indonesia akan mengawali musim hujan maju di September 2021. Khusus Ciayumajakuning mulai memasuki musim pancaroba. FOTO: DOK RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Musim penghujan di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan berdasarkan prakiraan cuaca terjadi lebih awal atau maju, pada pertengahan September ini mulai memasuki musim pancaroba.

Intensitas hujan di wilayah-wilayah ini mulai tinggi, dan pada Rabu 15 September 2021 masih berpotensi terjadinya hujan ringan.

Menurut keterangan Forecaster BMKG Jatiwangi dan Kertajati Ahmad Faiz Zyin, ada sebanyak 14,6 persen wilayah Indonesia akan mengawali musim hujan maju di September 2021 ini, meliputi Sumatra bagian tengah dan sebagian Kalimantan.

Kemudian 39,1 persen wilayah pada Oktober 2021, meliputi Sumatera bagian selatan, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Bali. Sementara itu, sebanyak 28,7 persen wilayah lainnya pada November 2021, meliputi sebagian Lampung, Jawa, Bali – Nusa Tenggara, dan Sulawesi.

“Khusus untuk Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan) sekarang ini mulai memasuki musim pancaroba makanya intensitas hujan mulai sering,” kata Faiz Zyin kepada Rakyat Cirebon, Rabu (15/9).

Disampaikan Faiz Zyin, jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis Awal Musim Hujan pada periode 1981-2010, maka awal musim hujan 2021/2022 di Indonesia diperkirakan maju pada 157 ZOM (45,9 persen), sama dengan rerata klimatologisnya pada 132 ZOM (38,6 persen), dan mundur pada 53 ZOM (15,5 persen).

Sifat hujan selama musim hujan 2021/2022 diperkirakan normal atau sama dengan rerata klimatologisnya pada 244 ZOM (71,4 persen), sejumlah 88 ZOM (25,7 persen) akan mengalami kondisi musim hujan diatas normal atau lebih basah dari biasanya dan 10 ZOM (2,9 persen) akan mengalami musim hujan bawah normal.

“BMKG memperkirakan potensi hujan lebat disertai kilat, petir serta angin kencang dalam periode 13 – 20 September 2021 terdapat di sejumlah wilayah provinsi termAsuk Jawa Barat,” ungkapnya.

Sementara itu berdasarkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak (IBF-Impact Based Forecast) BMKG, potensi dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang dan atau tanah longsor dari cuaca ekstrem hingga 3 (tiga) hari ke depan yakni tanggal 15 September 2021 untuk level siaga berada di wilayah Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode sepekan ke depan karena akan terjadi hujan secara sporadis, lebat, dan durasi singkat, disertai petir dan angin kencang.

Bahkan hujan es, yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.(hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.