Semua Tokoh Berpeluang Sama di Pilkada Kuningan 2024

oleh -46 views
SAMA KUAT. Pemerhati politik dan pemerintahan Sujarwo BA mengatakan, jika Pemilukada Kabupaten Kuningan diundur hingga November 2024, sangat berdampak terhadap konstelasi dan peluang yang nyaris sama kuat.
vSAMA KUAT. Pemerhati politik dan pemerintahan Sujarwo BA mengatakan, jika Pemilukada Kabupaten Kuningan diundur hingga November 2024, sangat berdampak terhadap konstelasi dan peluang yang nyaris sama kuat.

RAKYATCIREBON.ID – Pemilukada Kabupaten Kuningan masih lama, yakni pada 2024, namun sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai bakal calon Bupati sudah mengambil ancang-ancang.

Pemerhati politik dan pemerintahan Sujarwo BA mengatakan, jika Pilkada Kuningan diundur hingga November 2024, berdampak pada konstelasi dan peluang calon yang nyaris sama kuat.

“Peluang H Acep Purnama sebagai petahana pun butuh energi khusus untuk dapat memenangkan pesta demokrasi jika hendak mencalonkan lagi,” kata Sujarwo.

Menurut Mang Ewo, saat kompetisi digelar, Ketua DPC PDIP Kuningan itu sudah berstatus sebagai masyarakat biasa alias tidak sebagai Bupati. Karena pada 4 Desember 2023 nanti Acep sudah mengakhiri jabatannya.

“Tapi Pak Acep bisa memanfaatkan waktu yang tersisa dari sekarang, dengan mewujudkan apa yang menjadi harapan masyarakat. Itu akan menjadi nilai lebih, pembeda dari calon lain,” tutur Mang Ewo.

Kalaupun pada Pemilukada 2024 nanti akan muncul lebih dari satu calon, termasuk M Ridho Suganda tetap harus kerja ekstra keras untuk bisa menyaingi Acep Purnama (dengan asumsi duet Acep-Ridho berakhir).

Begitu pula dengan nama lain yang saat ini sebagai ketua Parpol, seperti H Dede Ismail (Gerindra) H Ujang Kosasih (PKB), H Udin (PAN) maupun H Asep (Golkar) butuh strategi khusus untuk dapat mengalahkan sosok Acep Purnama.

“PDIP tidak bisa mengusung satu paket. Misal HM Ridho Suganda bersama PDI Perjuangan, butuh parpol lain jika ingin maju di Pemilukada,” jelasnya.

Sementara Ketua DPC Partai Gerindra Kuningan, H Dede Ismail menyatakan kesiapan untuk mencalonkan sebagai Bupati Kuningan.

Selain dukungan kuat dari struktur pengurus partai, amanah pencalonan ini didasari oleh dorongan dari kader-kader partai di tingkat basis.

“Kami membuka seluas-seluasnya kepada kader lain, walaupun di internal saya dipercaya oleh seluruh simpatisan maupun jajaran pengurus partai untuk maju sebagai calon bupati,” tuturnya.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.