Sekwan Bantah Terlibat Pembuatan Surat Affiati yang Bikin Gaduh

oleh -94 views
SURAT PENAWARAN. Surat penawaran berkop DPRD Kota Cirebon dan ditandatangani Ketua DPRD Affiati SPd yang ditujukan kepada perusahaan dan instansi pemerintahan. FOTO: IST/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Salah satu teka-teki beredarnya surat berkop DPRD Kota Cirebon dan ditandatangani Ketua DPRD, Affiati SPd, terkait penawaran menjadi donatur atau sponsor ke perusahaan hingga instansi pemerintah, adalah pembuat surat tersebut.

Pihak Affiati melalui tim kuasa hukumnya tidak menjawab jelas atas pertanyaan wartawan, terkait siapa yang membuat draf surat tersebut. Perwakilan tim kuasa hukum Affiati, Gideon Manurung SH menegaskan, surat tersebut sesuai dengan surat permohonan dukungan dari Media Promo Production.

“Karena memang surat tersebut pemberian dukungan. Karena adanya imbauan dari pemerintah pusat terkait larangan mudik, makanya ketika ada semacam penawaran dari Media Promo Productiob, maka Bu Affiati rasa itu tidak ada masalah,” ungkap Gideon, tadi malam, di rumah dinas ketua DPRD.

Di tempat yang sama, Pimpinan Media Promo Production, Cecep Koesniadji ketika dicecar pertanyaan mengenai pihak yang membuat surat, menyebutkan keterlibatan pegawai di sekretariat DPRD Kota Cirebon. “Ada yang dari staf Sekretariat DPRD,” ungkap Cecep saat ikut jumpa pers dengan pihak Affiati.

Dia beralasan, surat penawaran donatur atau sponsor kepada perusahaan dan lembaga pemerintahan memakai kop surat DPRD dikarenakan mendapatkan dukungan dari ketua DPRD.

“Kita juga ada kesalahan teknis, jadi kami yang memiliki kesalahan atas penggunaan kop surat DPRD. Suratnya akan kami tarik kembali dan dipastikan tidakĀ ada uang masuk ke rekening yang tercantum (dalam proposal),” katanya.

Cecep mengakui, sudah lebih dari 60 surat tersebar ke berbagai perusahaan dan instansi pemerintahan. “Sebetulnya penawaran itu bukan dari DPRD, tapi dari kami yang baru akan melaksanakan. SekitarĀ 60 surat sudah (beredar),” katanya

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya SSos membantah pihaknya telah membuat surat tersebut. “Stafnya bu ketua (DPRD) datang ke sekretariat untuk minta nomor surat dan stempel. Dia sudah bawa surat jadi dan ditandatangani,” katanya. (jri)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *