Sekolah Terbakar, Ternyata Tidak Miliki Fasilitas APAR

oleh -4 views
BELUM ADA. Kasie Sarana Prasaran dan Data Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Wanudin sebut banyak sekolah belum memiliki APAR.
BELUM ADA. Kasie Sarana Prasaran dan Data Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Wanudin sebut banyak sekolah belum memiliki APAR.

RAKYATCIREBON.ID – Terbakarnya dua SDN di Waled Desa menguak fakta baru. Ternyata, sekolah-sekolah tak miliki fasilitas Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Padahal, anggaran dana BOS memperbolehkan untuk mengadakannya. 

“Ya dikita banyak sekolah tak miliki APAR. Termasuk sekolah yang kemarin di Waled terbakar itu. Belum ada,” kata Kasie Sarana Prasaran dan Data Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Wanudin, kemarin.

Padahal, dulu kata dia, sudah ada. Bahkan diusulkan dari dana BOS. “Untuk pembelian APAR itu, di juknisnya (Petunjuk Tekhnis, red) ada,” tuturnya. 

Makanya, harusnya APAR itu ada disetiap sekolah. Harus dianggarkan dari BOS.

“Sekarang memang ada yang sudah menyediakan. Tapi banyak juga yang belum. Kedepan kita wajibkan,” tegasnya. 

Hal itu, dilakukan sebagai upaya pencegahan. “Untuk pencegahan kami mengintruksikan ke sekolah-sekolah untuk menyediakan APAR. Kita juga akan mengajukan bantuan ke Bapelitbangda.” akunya.

Adapun kasus kebakaran, di Kabupaten Cirebon tahun ini, baru pertama kali terjadi di Waled. Ia mengharapkan tidak sampai terulang. Kalaupun sekolah ambruk, sebelumnya sudah ada. Di 

“Kebakaran tahun ini baru SD Waled. Jangan nambah lagi,” katanya. 

Sebelumnya, meski tak memiliki ruangan, siswa di dua SDN Waled Desa tetap melaksanakan KBM. Sifatnya masih Pertemuan Tatap Muka (PTM) Terbatas. 

“PTM tetap berjalan. Meskpun kondisi sekolah rusak. Ditempatkan di tenda darurat. Kalau di SDN 2 Waled Desa masih ada tempat. Ada ruang kelas yang tidak terbakar. Jadi masih bisa digunakan. Mereka bergiliran,” tuturnya. 

Untuk kerusakan SDN 1 Waled Desa, statusnya rusak berat. Disdik pun mengajukan perbaikan per ruang kelasnya masing-masing Rp120 juta. Sehingga dari 4 ruang kelas dan satu ruang guru total anggaran perbaikan nilainya mencapai Rp600 juta. 

“Untuk perbaikan 1 ruang kelas di SDN 1 Waled Desa Rp 120jt. Dikali 4. Nilainya Rp480 juta. Ditambah 1 ruang guru Rp120 juta. Jadi total pengajuan untuk SDN 1 Waled Desa sebesar Rp600 juta,” ungkapnya.

Berbeda dengan pengajuan untuk SDN 2 Waled Desa. Karena hanya terbakar atapnya saja. Untuk dindingnya masih utuh, bisa dipergunakan. “Jadi kita mengajukannya hanya Rp200 juta. Masing-masing ke ruang kelasnya Rp100 jutaan,” pungkasnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.