Sehari, 457 Warga Lengkong Kulon Divaksinasi Covid-19

oleh -7 views
ANTRE. Ratusan warga Desa Lengkong Kulon Kabupaten Majalengka rela antre untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19. FOTO: PAI SUPARDI/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID  – Pelaksanaan program Jebol Si Covid, atau Jemput Bola vaksinasi Covid-19 hari ketiga di Kecamatan Sindangwangi disambut antusias warga. Ratusan warga rela antre untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Bahkan, di Desa Lengkong Kulon, Satgas Covid-19 Kecamatan Sindangwangi mampu memecahkan rekor sebelumnya. Dimana hanya di desa itu saja, peserta vaksinasi Covid-19 mencapai 457 orang.

Sementara di hari pertama dan kedua, Satgas berhasil melakukan vaksinasi sekitar 550 hingga 600 orang berasal dari dua desa.

Satgas Covid 19 Desa Lengkong Kulon, Aji Caruban SH mengaku, kagum dengan antusias warga di desanya yang merespon positif kegiatan Jebol Si Covid. Hal itu menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Selain itu, pihaknya juga cukup ketat dalam menerapkan protokol kesehatan di semua bidang kemasyarakatan.

Baik saat kegiatan pemerintahan hingga kegiatan ibadah dan lainya dengan cara menyediakan alat cuci tangan dan sabun di setiap lokasi fasilitas umum. Serta mewajibkan pemakaian masker kepada seluruh warganya saat beraktivitas.

“Alhamdulilah, ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat kami dalam menjalankan protokol kesehatan, sebagai salah satu upaya menekan penularan Covid-19 yang masih mengancam kita,”kata Aji kepada Rakyat Cirebon, Jumat (15/10).

Sementara itu Kepala Desa Lengkong Kulon, Iing Jawahir menuturkan, vaksinasi Covid-19 yang dilakukan Satgas Covid desa bekerjasama dengan Satgas Covid Kecamatan Sindangwangi itu merupakan salah satu upaya dalam membantu menekan ancaman Corona di Wilayah Kabupaten Majalengka.

Selain itu, upaya lainya dalam menekan ancaman corona di desanya, pihaknya juga mewajibkan semua lokasi wisata yang ada, untuk menyiapkan peralatan pendukung protokol kesehatan.

Seperti alat cuci tangan, alat penyemprot disinfektan dan pengukur suhu di setiap pintu masuk, serta membatasi pengunjung yang datang.

“Penerapan Prokes kami lakukan di semua kegiatan dan semua tempat secara ketat, termasuk di lokasi wisata. Demi menekan Corona yang saat ini sudah mulai mereda,” pungkasnya. (pai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.