Satu Nakes Positif Maksa Masuk Kantor, Empat Nakes Ikut Terpapar; Puskesmas Sindangwangi Lockdown

oleh -5 views
TUTUP SEMENTARA. Pelayanan di Puskesmas Sindangwangi dihentikan sementara, menyusul adanya empat tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19.

RAKYATCIREBON.ID – Dinas Kesehatan dan Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Majalengka langsung menutup sementara kegiatan pelayanan di Puskesmas Sindangwangi, menyusul positifnya empat tenaga kesehatan (nakes) di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) tersebut. Kebijakan lockdown dilakukan, sebagai upaya memutus penyebaran corona terhadap pasien dan petugas nakes lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan yang juga Juru Bicara Tim Covid-19 Kabupaten Majalengka, H Alimudin MM menjelaskan, penutupan pelayanan di Puskesmas Sindangwangi, terpaksa harus dilakukan. Karena adanya empat nakes yang positif terpapar corona.

Empat nakes tersebut diduga terpapar setelah sebelumnya ada seorang nakes yang positif, namun ternyata memaksa tetap masuk kantor. Yang akhirnya nakes itu sempat diusir pulang oleh sejumlah rekannya.

“Kuat dugaan juga empat nakes di Puskesmas Sindangwangi yang saat ini positif, disinyalir terpapar oleh salah satu rekan kerjanya yang lebih awal terpapar dari suaminya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sindangwangi, Edi Kusnadi MKes mengakui adanya kenaikan jumlah nakes yang positif. Dari awalnya hanya satu, kini menjadi empat.  Dan untuk menghindari makin meluasnya ancaman corona, baik terhadap nakes lainnya maupun masyarakat dan pasien, pihaknya sudah mengambil kebijakan untuk menutup sementara semua pelayanan di puskesmas setempat. Penutupan dilakukan selama empat hari, terhitung tanggal 30 Januari hingga 4 Februari mendatang.

Langkah cepat yang akan dilakukan, selain penutupan sementara semua aktivitas administrasi maupun pelayanan, pihaknya akan segera melakukan general cleaning. Di antaranya dengan menyemprotkan disinfektan ke seluruh ruangan dan fasilitas yang ada. Kemudian, melakukan isolasi dan karantina terhadap nakes yang diketahui melakukan kontak erat. Serta tracking untuk mengetahui dan mengejar mata rantai penyebaran.

“Pelayanan PKM ini ditutup sementara dan kami memberlakukan WFH (bekerja di rumah) untuk semua petugas. Sebelumnya, memang ada salah satu nakes kita yang suspect, dan hasil rapid antigennya reaktif. Sayangnya, meski sudah tahu reaktif, nakes itu sempat memaksa masuk. Sebelum kemudian disuruh pulang kembali,” terangnya kepada Rakyat Cirebon, Senin (1/1) saat dihubungi usai mengikuti kegiatan launching vaksin.

Ditanya upaya dan langkah apa yang dilakukan pihaknya dalam meredam peredaran corona di Kecamatan Sindangwangi, Edi sudah menyiapkan tiga strategi.

Pertama, meningkatkan kembali penyuluhan gerakan 3M. Kedua, melakukan sosialisasi tentang pola hidup sehat, makan bergizi, minum vitamin baik dari buah-buahan dan lainnya, serta istirahat yang cukup. Ketiga, khusus untuk para pasien Covid-19 yang terpaksa melakukan isolasi di rumahnya masing-masing,  untuk tetap menjaga kesehatan, menerapkan 3M dan mengonsumsi vitamin serta tetap optimis.

“Sedangkan bagi pasien yang menderita hilang penciuman, disarankan untuk isolasi mandiri dan periksa swab,” pungkasnya. (pai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *