Satu Aparat Desa Positif Covid-19, Kantor Desa Lengkong Wetan Terpaksa Ditutup

oleh -5 views
LOCKDOWN. Penutupan kantor desa Lengkong, menyusul adanya perangkat desa yang terkonfirmasi positif Covid-19, dan beberapa lainnya reaktif berdasarkan hasil antigen, Rabu (9/6). FOTO: PAI SUPARDI/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Pelayanan di kantor Desa Lengkong Wetan Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka terpaksa ditutup sementara.

Penutupan atau lockdown kantor desa Lengkong, menyusul adanya perangkat desa yang terkonfirmasi positif Covid-19, dan beberapa lainnya reaktif berdasarkan hasil antigen, Rabu (9/6).

Penutupan sementara semua layanan di kantor desa itu terpaksa diambil untuk meminimalisir terjadinya paparan yang lebih meluas.

Camat Sindangwangi, Asep Badiuzzaman SE mengatakan, untuk menjaga hal yang tidak diinginkan sekaligus upaya memutus rantai penyebaran corona di desa tersebut pihaknya langsung menerjunkan Satgas Covid 19 Kecamatan dan berkoordinasi dengan Satgas tingkat Kabupaten, dengan menutup semua layanan, dan meminta semua perangkat desa untuk melakukan isolasi mandiri.

“Kami sudah terjunkan petugas ke lokasi itu, untuk melakukan upaya 3T. Yakni, testing(pemeriksaan), tracing (penelusuran kontak), dan treatment (perawatan atau isolasi),” jelas Asep.

Lebih lanjut pihaknya membenarkan jika adanya dugaan salah satu perangkat desa tersebut yang positif korona, dan beberapa perangkat lainya reaktif.

Selain perangkat desa, kata Asep, ada juga warga desa lainya di desa itu yang diketahui positif.

“Selain satu keluarga perangkat desa yang positif, ada juga satu keluarga warga desa biasa yang juga positif, baik suami, istri dan anaknya. Sehingga kami segera mengambil langkah cepat,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang perangkat desa yang non reaktif, Rahmat menuturkan, penutupan sementara semua pelayanan di kantor desa untuk membantu warga dan perangkat desa yang terpapar covid-19. Pihaknya akan memberikan bantuan sembako.

Bantuan itu akan diberikan guna memenuhi kebutuhan sehari hari, kepada kedua keluarga tersebut di tengah masa isolasi mandiri. Sementara sumber dananya kata Rahmat, diambil dari Dana Desa (DD).

“Sesuai aturan yang ada, maka kedua keluarga tersebut akan kami berikan sembako dan kebutuhan sehari hari lainya selama masa isolasi mandiri,”jelasnya.

Senada dengan itu, Udi, salah seorang warga desa setempat saat ditemui mengakui jika penutupan kantor desa baru dilakukan hari ini, terkait adanya warga di desa itu yang disinyalir suspect berdasarkan hasil tes swab.

Bahkan, selain memasang pengumuman di pintu masuk kantor, pemdes juga sempat memposting di media sosial facebook.

“Hari ini (kemarin, red) setahu saya kantor ini tidak menerima pelayanan untuk sementara. Bahkan, pintu gerbangnya sendiri ditutup rapat,”ucapnya.(pai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.