Satgas Covid-19 Pelototi Prokes Siswa TK/RA

oleh -4 views
JAGA JARAK. Satgas Covid-19 Kecamatan di Kabupaten Majalengka melakukan inspeksi mendadak ke sekolah TK dan RA di wilayahnya masing-masing. Sidak untuk memastikan prokes secara baik. FOTO: PAI SUPARDI/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Bupati Majalengka, Dr H Karna Sobahi MMPd kembali melakukan sidak ke sejumlah sekolah, salah satunya ke SDN Sukahaji.

Di sekolah tersebut, Karna langsung memeriksa perlengkapan pendukung protokol kesehatan. Diantaranya, tempat cuci tangan, thermogun, hand sanitizer, peralatan desinfektan hingga masker. Juga penataan bangku sekolah, apakah memenuhi syarat dan melakukan jaga jarak.

“Karena kondisi Kabupaten Majalengka saat ini masih level 2 PPKM, maka semua masyarakat harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, termasuk kegiatan KBM di sekolah, agar Majalengka bisa benar benar lepas dari pandemi Covid-19,”kata Karna, Senin (13/9).

Sementara itu, Satgas Covid-19 di 26 Kecamatan di Kabupaten Majalengka juga melakukan sidak ke sekolah sekolah di wilayahnya masing-masing.

Di Kecamatan Sindangwangi, Satgas Covid-19 bersama unsur Muspika. Seperti, Kepolisian dan Koramil serta pihak Puskesmas melakukan pemeriksaan ke sekolah sekolah. Termasuk TK dan RA.

Sekretaris Kecamatan yang juga Sekretaris Satgas Covid-19 Sindangwangi, Iyoh SSos mengatakan, semua sekolah yang ada di wilayahnya sudah menerapkan protokol kesehatan secara baik.

“Alhamdulilah semua sekolah mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan secara baik dan benar, termasuk menyediakan alat cuci tangan serta thermogun serta fasilitas Prokes lainya. termasuk melakukan penataan bangku sekolah sehingga tidak berkerumun,”ucapnya.

Terpisah, Kepala RA Azzahra Bina Insani, Urip Fitria SPd AUD menuturkan, di sekolahnya pembelajaran dilakukan dengan protokol kesehatan secara ketat.

Selain menggunakan kurikulum Darurat Covid-19, pihaknya juga membagi siswanya dalam kelompok, secara bergilir, sehingga tidak terjadi kerumunan.

Menurutnya, setiap kelas hanya diisi lima siswa yang dibagi dalam tiga kelas dan masuk dalam rombel A. Kemudian untuk rombel B baru bisa masuk kelas sekitar 30 menit setelah rombel A keluar.

“Dan 30 menit jeda antara Rombel A dan B akan dimanfaatkan Satgas Covid Sekolah untuk melakukan penyemprotan desinfektan atau membersihkan ruang kelas yang ditinggalkan oleh Rombel A,” imbuhnya. (pai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.