Saluran Irigasi Buruk, Jalan Munjul Panyingkiran Rusak Parah

oleh -7 views

RAKYATCIREBON.ID – Proyek pembangunan saluran irigasi di  ruas Jalan Munjul Panyingkiran diduga tidak memperhatikan kontur tanah. Pasalnya, intensitas hujan yang cukup tinggi, membuat saluran irigasi tersebut rusak parah.

Berdasarkan pantauan, proyek tersebut kuat dugaan tanpa memperhitungkan kemiringan jalan. Tak ayal, dorongan air yang deras tidak sanggup ditahan oleh saluran irigasi sehingga menyebabkan jalur Munjul Panyingkiran terendam air.

Parahnya, bukan hanya itu saja, akibat rendaman air di ruas jalan, kerusakan pun tak terelakkan. Hal itu tentunya membahayakan pengguna jalan yang melintas terlebih warga yang tidak hapal dengan kondisi yang ada.

Anggota DPRD Kabupaten Majalengka, dr Hamdi Mkes yang melakukan sidak ,mengaku cukup kaget dengan kerusakan jalan yang terjadi. Ia memastikan jika rusaknya trotoar dan ruas jalan KH Abdul Halim di Munjul tersebut, akibat curah hujan yang tinggi. Diperparah dari kesalahan teknis pembuatan saluran drainase , yang menyebabkan rusaknya trotoar dan meluapnya air dari saluran tersebut.

“Kalau berdasarkan hasil keterangan warga, dan melihat kondisi secara langsung, kejadian ini diduga akibat adanya kesalahan saat pembuatan saluran irigasi, yang terlalu sempit dan cenderung mengerucut. Sehingga, saat hujan lebat aliran air menjadi sangat kencang. Dan karena saluran pembuangan terlalu kecil sehingga tekanan air terus naik, dan akhirnya membuat trotoar jebol,” terangnya kepada Rakyat Cirebon, Senin (25/1) saat ditemui di sekitar lokasi.

Akibat tingginya tekanan air dari saluran irigasi tersebut, selain membuat trotoar rusak, juga membuat sebagian bahu jalan tampak pecah dan turun, serta mengalami retak retak cukup panjang. Sehingga hal itu sangat berbahaya bagi para pengguna jalan, terutama kendaraan roda empat atau yang bermuatan berat.

Pasalnya di sisi kiri jalan, hampir sekitar 10 meter lebih terlihat mulai amblas dan pecah pecah. Sementara di bagian tengah juga tampak terlihat beberapa jalan yang berlubang dan retak retak. Jika tidak segera diperbaiki, tentunya kerusakan jalan akan semakin parah, bahkan bisa jadi jalur tersebut terputus. (pai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *