Said Aqil Siradj Maju Lagi di Muktamar PBNU

oleh -13 views
MENDUKUNG. KH Musthofa Aqil Siradj mendukung penuh langkah sang kakak Prof Dr KH Said Aqil Siradj yang bakal kembali melenggang ke bursa calon Ketum PBNU pada Muktamar 2021. FOTO: SUWANDI/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Prof Dr KH Said Aqil Siradj bakal kembali maju pada bursa calon ketua umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar 2021. Hal itu dibenarkan sang adik yang juga Pengasuh Ponpes Kempek Cirebon, KH Musthofa Aqil Siradj kepada Rakyat Cirebon.

“Iya maju lagi. Semoga sukses,” ujar Kiai Musthofa Aqil usai mengisi acara sarasehan ulama yang digelar di gedung ICC IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Rabu (13/10).

Diketahui, Muktamar PBNU bakal digelar pada 23-25 Desember 2021 di Lampung. Salah satu agenda Muktamar PBNU yang menjadi sorotan dan tengah hangat dibahas publik yakni pemilihan ketum PBNU periode 2021-2026.

Musthofa menegaskan bakal mendukung penuh langka sang kakak masuk bursa Ketum.  “Saya orang Cirebon. Saya adiknya Kang Said, ya sudah barang tentu (mendukung Kiai Said). Masa mengampanyekan orang lain,” ujar dia.

Said Aqil merupakan Ketum PBNU dua periode dan masih berstatus incumbent. Said Aqil menjadi satu-satunya kandidat kuat asal Cirebon. Diakui Musthofa, Said Aqil merupakan figur ideal menjadi Ketum PBNU. Said Aqil dinilai cakap, baik secara kepemimpinan maupun kapasitas keilmuan.

“Artinya, mari objektif. Nggak ada figur yang seperti dia. Pinter dan berani. Ada yang pinter tapi tidak berani. Ada berani tidak pinter. Beliau juga mumpuni sekali dalam kapasitas keilmuannya yang luar biasa,” jelas Musthofa.

Dijelaskannya, Said Aqil bakal bertekad menggenjot pendirian universitas di bawah naungan PBNU. “Masih banyak memang yang belum dicapai seperti universitas-universitas baru sekitar 40 yang ada,” kata dia.

Said Aqil diisukan bakal berhadapan dengan calon kuat lainnya. Yakni Muhaimin Iskandar, KH Yahya Cholil Staquf hingga KH Bahaudin Nursalim (Gus Baha).

Terkait isu yang muncul jelang Muktamar, pihaknya tak ambil pusing. “Itu sentimen calon saja biasa. Tidak bisa dibendung. Itu adalah makanan setiap mau Muktamar. Siapapun yang komitmen memajukan (PBNU),” kata dia.

Musthofa membocorkan, pada Muktamar 2021 bakal diagendakan pemilihan Ketum PBNU menggunakan pemungutan suara dan pemilihan Rois Syuriah menggunakan metode ahlul halli wal aqdi.

“(Pemilihan) masih konvensional. Masih one man one voting untuk tanfidziyah. Kalau syuriah ahlul halli wal aqdi. Persetujuan saya ikut saja sebetulnya,” pungkas Musthofa. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.