Ruri Mulai Lancarkan Lobi-lobi, Ingin Percepat Ganti Affiati

oleh -8 views
Ketua Fraksi Gerindra, Ruri Tri Lesmana.

RAKYATCIREBON.ID – Permintaan waktu selama sebulan terhitung 10 September lalu yang diajukan Affiati SPd kepada pimpinan DPRD Kota Cirebon, agar proses pergantian dirinya sebagai ketua DPRD ditunda dulu, langsung mendapat respons dari beberapa legislator Partai Gerindra di Griya Sawala. Termasuk DPC Partai Gerindra sendiri.

Kabarnya, DPC Partai Gerindra Kota Cirebon sudah menggelar rapat internal kemarin. Mereka menyepakati untuk mengawal keputusan DPP Partai Gerindra terkait pergantian Affiati sebagai ketua DPRD agar cepat diproses. Affiati sendiri akan digantikan oleh Ruri Tri Lesmana yang kini menjabat ketua Fraksi Gerindra.

DPC mengambil sikap itu, konon lantaran terus menerus ditanya oleh DPD Partai Gerindra Jawa Barat maupun DPP mengenai progres tahapan di DPRD terkait pergantian Affiati ke Ruri. “Jadi memang disepakati untuk mengawal keputusan DPP terkait hal itu (pergantian Affiati, red) biar cepat selesai,” ucap salah seorang elit DPC Partai Gerindra.

Dikonfirmasi terpisah, Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty SpB mengakui, dirinya mengikuti rapat DPC kemarin. Memang tidak spesifik membahas pergantian Affiati sebagai ketua dewan. Namun hal itu menjadi salah satu pembahasan serius dalam rapat.

“Tadi (kemarin, red) sih meeting tentang acara kaderisasi dan vaksinasi partai. Bukan khusus membahas pergantian ketua dewan,” kata Tresna.

Namun demikian, sambung Tresna, dalam rapat tersebut para pengurus DPC Partai Gerindra menyepakati untuk satu pandangan terkait kebijakan pergantian ketua DPRD sebagaimana sudah diputuskan DPP.

“Tapi persoalan pergantian ketua dewan, sudah dipahami dengan baik oleh semua yang hadir, bahwa itu adalah tugas partai yang harus dikerjakan. Dan semua harus patuh,” tuturnya.

Terpisah, Ruri Tri Lesmana juga telah mendatangi Wakil Ketua DPRD, M Handarujati Kalamullah SSos di ruang kerjanya di gedung dewan, kemarin siang. Ruri didampingi dua Anggota Fraksi Gerindra, Fitrah Malik dan H Hendi Nurhudaya SH. Mereka dikabarkan mulai melobi pimpinan DPRD agar mempercepat proses pergantian Affiati.

Ketika dikonfirmasi, Handarujati tak banyak memberi penjelasan. Politisi Partai Demokrat yang akrab disapa Andru itu hanya membenarkan, bahwa ada dari Fraksi Gerindra yang datang kepadanya untuk menanyakan terkait proses pergantian ketua DPRD.

“Memang ada yang datang. Tapi terkait pembicaraannya apa, silakan tanya langsung kepada teman-teman Fraksi Gerindra. Saya pikir itu hak mereka, karena wilayah internal Partai Gerindra. Saya hanya menyampaikan, pimpinan sudah rapat,” kata Andru.

Sebelumnya, langkah DPP Partai Gerindra menerbitkan SK pergantian Ketua DPRD, Affiati SPd mendapat protes dari PAC di Kota Cirebon. Bahkan, para pengurus PAC Gerindra menganggap langkah DPP berlebihan dan tidak berdasar.

Pengurus PAC Gerindra Kecamatan Kejaksan, Olla Abdullah mengungkapkan, sejauh pengetahuannya tentang aturan main partai, langkah DPP Gerindra yang menerbitkan SK pergantian Affiati SPd sudah melanggar AD/ART partai. Dia pun, kebijakan itu penuh kejanggalan.

“DPP secara sepihak mengganti, tapi tidak ada klarifikasi dari yang bersangkutan. DPC sebagai pemegang wilayah di Kota Cirebon juga dilangkahi. Ini kan janggal,” ungkap Olla kepada Rakyat Cirebon, kemarin.

Selain janggal, lanjut Olla, tidak ada alasan dan sebab apapun, tiba-tiba DPP menerbitkan SK pergantian. Bahkan sejauh ini, hubungan antara Ketua DPRD Affiati dengan masyarakat berjalan sangat baik.

“Affiati itu pemenang pemilu. Dia peraih suara terbanyak di Gerindra. Dan itu bentuk kepercayaan rakyat kepada Affiati. Kenapa sekarang tiba-tiba DPP mengganti begitu saja? Jadi pergantian ini terindikasi menyalahi AD/ART,” tegas Olla.

Dasar lain yang membuatnya berani mengatakan langkah DPP menyalahi AD/ART, dijelaskan Olla, saat menjadi partai pemenang 2019 lalu, Gerindra menyodorkan dua nama kepada DPP untuk ditetapkan sebagai ketua DPRD. Kursi yang menjadi hak Gerindra sebagai peraih kursi terbanyak di legislatif, dua nama tersebut adalah Affiati dan Fitrah Malik.

Saat itu, meskipun tidak diatur secara teknis, kursi ketua DPRD diserahkan kepada Affiati. Dan jika di tengah jalan Affiati melakukan pelanggaran yang mengharuskannya lengser, maka etisnya yang naik adalah Fitrah Malik, yang dulu namanya ikut disodorkan ke DPP.

Sementara itu, Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra Kota Cirebon, Budi Permadi mendesak agar proses pergantian yang sedang berjalan dikaji ulang.

“Kami melihat SK DPP tentang pergantian ketua DPRD di luar kewajaran. Kalau ada SK DPP, tentu DPC harus tahu. Yang mengambil SK pun harusnya DPC. Nampak sekali keganjilannya. Ini kan dokumen parpol yang merupakan organisasi hirarki,” ungkap Budi.

Diakui Budi, setelah melihat wujud SK, ia menyangsikan keabsahan SK yang diterbitkan DPP tersebut. Pasalnya, ia melihat dalam SK ada coretan dari Prabowo selaku ketua umum, maupun Ahmad Muzani selaku Sekjen.

Pihak DPC, kata Budi, selain sudah dilangkahi karena turunnya SK tidak langsung ke DPC, juga harus berani meminta klarifikasi kepada DPP terkait SK tersebut.

“Setelah melihat SK-nya, saya justru sanksi terhadap keabsahan SK ini. Kita akan minta pihak yang berkompeten melihat keabsahan suratnya. Kalaupun terjadi pergantian harus ada kode etiknya dong. Panggil semua pihak terkait, termasuk ketua DPC untuk diminta keterangannya. DPP juga harusnya terbuka memberikan alasan pasti kenapa harus ada pergantian,” tegas Budi. (jri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.