Rumah Nenek Aisah Tinggal Puing, Uang Simpanan Rp10 Juta Ludes Dilalap Api

oleh -0 views
KORBAN KEBAKARAN. Nenek Aisah, warga RT 04 RW 01 Dusun Manis, Desa Pasuruan, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, menunjukan rumahnya setelah terkena musibah kebakaran. FOTO: HERMAWAN/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Kisah pilu dialami nenek Aisah (60), warga RT 04 RW 01 Dusun Manis, Desa Pasuruan, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon. Rumah dan segala isinya ludes dilalap api Senin malam (27/9) sekitar pukul 21.30 WIB. Bahkan uang tabungan yang disimpan dalam lemari sebanyak Rp10 juta, ikut hangus terbakar.

Kepada Rakyat Cirebon, Nenek Aisah menceritakan kejadian kebakaran yang melalap seluruh bagian rumah dan isinya, Selasa (28/9). Menurutnya, kejadian itu begitu cepat. Saat sebagian besar tetangganya terlelap tidur, api yang diduga berasal dari korsleting listrik di bagian kamar belakang, langsung merembet ke seluruh bagian rumah miliknya.

Nenek Aisah yang hanya tinggal bersama anak bungsunya, Marjuki (20), saat itu sedang berada di ruang depan sedang makan dan melihat televisi, tiba-tiba ada bunyi seperti lampu konslet. Tiba-tiba keluar api merembet lewat dinding rumah.

Saat itu, anaknya hanya bisa menyelamatkan dua sepeda motor. Sementara dirinya meminta bantuan tetangga, namun api sudah membakar seluruh bagian rumahnya.

“Saya sempet mau masuk rumah, mau ambil uang yang disimpan di lemari. Tapi tidak boleh sama orang-orang. Api langsung besar,” ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, dirinya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, hanya bisa pasrah atas musibah yang dialaminya tersebut. Aisah dan anaknya sementara ini tinggal di rumah saudaranya. Bahkan pakaian yang digunakan juga pemberian dari orang, karena pakaian miliknya di dalam lemari ludes terbakar.

Semua mebeler hangus terbakar dan gabah hasil panen yang disimpan di gudang bagian belakang juga hangus terbakar. Hanya kulkas dan mesin cuci yang sempat diselamatkan dan dikeluarkan oleh warga. Sementara yang lainnya termasuk dokumen penting semua ludes terlalap si jago merah.

“Saya hanya berharap rumah saya bisa tertutup genteng lagi. Sehingga bisa ditempati lagi. Namun saya tidak punya apa-apa untuk memperbaikinya,” tutur Nenek Aisah.

Sementata Kuwu Pasuruan, Muja membenarkan kejadian tersebut. Kebakaran yang melalap seluruh bagian rumah milik Nenek Aisah, membuat isi bagian rumahnya tidak ada yang tersisa. Rumah dengan ukuran lebar 7 m x 15 m tersebut, hanya menyisakan satu ruangan yang tak terbakar. Yakni bagian teras yang dijadikan kamar santai keluarga dan warung.

Kebakarn yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB itu, langsung mendapat bantuan warga untuk memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya. Sementara tim pemadam kebakaran baru datang ke lokasi kejadian sekitar 30 menit kemudian.

Api baru bisa dipadamkan seluruhnya sekitar pukul 23.00 WIB. Kerugian ditaksir sekitar Rp100 juta. Karena korban warga tak mampu, maka pihaknya akan melakukan donasi untuk membantu meringankan beban Nenek Aisah.

“Kejadian ini akan kami laporkan ke Dinsos Kabupaten Cirebon. Dan mulai besok kita akan melakukan pengumpulan donasi serta mengerahkan warga untuk kerja bakti membersihkan puing-puing bekas kebakaran,” terang Muja.  (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.