Ribuan Warga Hadiri Pemakaman Bupati Utje

oleh -4 views
Gubernur Aher: Jawa Barat Kehilangan Perempuan Tangguh

KUNINGAN – Ribuan warga Kuningan mengikuti prosesi pemakaman jenazah Bupati Kuningan Hj Utje Ch Suganda SSos MAP, kemarin.

pemakaman bu Utje
Pemakaman bu Utje Ch Suganda. Foto: Aleh/Rakyat Cirebon

Pantauan wartawan koran ini di lapangan, jenazah Utje yang dimasukkan kedalam keranda didoakan terlebih dahulu di Pendopo Kabupaten Kuningan.

Selanjutnya, jenazah digotong sejumlah anggota dari TNI dan Polri menuju Masjid Syiarul Islam untuk disalatkan.

Setelah disalatkan di Masjid Syiarul Islam, jenazah orang nomor satu di Kuningan itu, langsung dibawa ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Syekh Muhibat Kelurahan Winduhaji Kecamatan Kuningan, Jumat (8/04), sekitar pukul 10.00.

Lokasi makam Utje berada di area pemakaman keluarga dan kerabat mantan Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda yang juga suaminya.

Kehadiran jenazah Utje, disambut ribuan warga yang sudah menunggu sejak pagi hari.

Tampak keharuan menyelimuti proses pemakaman. Terlihat sejumlah kerabat dan warga hanyut dalam kesedihan melepas kepergian bupati yang memiliki kepudilian sosial yang tinggi ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Lantunan doa dan salawat terdengar menggema mengiringi jenazah Utje menuju liang lahat.

Tampak hadir sejumlah pejabat penting, seperti Walikota Bogor Bima Arya, Wakil Bupati Cirebon H Tasiya Soemadi Algotas, Wakil Bupati Majalengka Karna Sobahi, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon H Mustofa.

Anggota DPR RI TB Hasanudin, H Amin Santono, dan Putti  Guntur Sukarno Putri, istri Kepala BIN Sutiyoso, Danrem 063 SGJ Kolonel Inf Sucipto, Kasrem 062 Garut Letkol Inf Sugeng Waskito Aji, serta ribuan warga memadati lokasi pemakaman ingin menyaksikan prosesi pemakaman dari dekat.

Suasana haru terlihat ketika jenazah Utje dimasukkan ke liang lahat. Tampak tiga putrinya Drg Rini Utari, Lea Meirini Trisnawati dan Sonya Puspasari tak kuat menahan tangis di samping sang ayah tercinta Aang Hamid Suganda.

Sedangkan, kedua putranya yakni M Ridho dan Erik turun keliang lahat untuk menerima jenazah Utje kemudian mengumandankan adzan.

Aang Hamid Suganda dengan mengenakan kacamatan, tampak terlihat menyaksikan proses pemakaman hingga selesai.

Usai berdoa dan tabur bunga, Aang pun tampak tabah saat sejumlah pejabat yang menyalaminya mengucapkan turut berbelasungkawa.

“Alhamrhumah sudah saya anggap sebagai ibu Kandung saya sendiri, beliau adalah sahabat ibu saya dan sudah saya anggap seperti ibu saya sendiri,” kata Walikota Bogor Bima Arya, usai menghadiri proses pemakaman.
Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon Tasiya Soemadi Algotas mengungkapkan, sesama eksekutif dirinya sangat mengenal dekat dengan sosok  Utje.
“Beliau adalah pekerja keras yang tidak mengenal waktu. Saya sudah kenal dengan beliau hamper 12 tahun, dan menurut saya beliau telah sukses memimpin Kuningan,” ujarnya.

PEREMPUAN TANGGUH

Kepergian orang nomor satu di Kuningan juga dirasakan oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan atau yang akrab disapa Aher.

Aher yang dapat kabar duka langsung mengunjungi rumah duka pendopo Bupati Kuningan, Kamis (7/4) sekitar pukul 23.00.

Setibanya di pendopo Bupati Kuningan, Aher menghampir Aang Hamid Suganda untuk memberikan ucapan belasungkawa. Kemudian, Aher bersama rombongan memimpin salat jenazah diikuti pejabat lainnya.

“Atas nama Pemerintah Provinsi dan warga Jawa Barat, saya berbelasungkawa atas meninggalnya Bupati Kuningan, Ibu Utje Ch Hamid Suganda,” kata Aher ketika ditemui usai salat jenazah.

Diungkapkan Aher, kepergian Bupati Kuningan tersebut membuat Jabar kehilangan sosok perempuan yang tangguh dan pekerja keras.

“Banyak kesuksesan yang telah diraih oleh beliau selama menjabat sebagai Bupati Kuningan. Beliau adalah salahsatu tokoh penting di Jabar, khususnya di Kuningan. Jabar berduka, kita kehilangan sosok perempuan tangguh, ibu masyarakat Kuningan,” terang Aher yang didampingi istrinya Netty Prasetyani Heryawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Kuningan Utje Ch Hamid Suganda meninggal dunia akibat gagal jantung, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan. Utje mendadak harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD 45 Kuningan, sekira pukul 15.00 WIB.

Tidak berseleng lama, 45 menit kemudian, Bupati Kuningan tersebut meninggal dunia.

Utje meninggal pada usia 63 tahun. Ia meninggalkan seorang suami yaitu Aang Hamid Suganda beserta lima anaknya. Sang suami merupakan Bupati Kuningan dari 2003-2008 dan 2008-2013. (ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.