Reses Dewan, Mayoritas Warga Minta Perbaikan Jalan

oleh -12 views
DENGAR KELUHAN. Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Hj Hanifah menyerap aspirasi disela reses pertama tahun sidang 2021-2022.
DENGAR KELUHAN. Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Hj Hanifah menyerap aspirasi disela reses pertama tahun sidang 2021-2022.

RAKYATCIREBON.ID – Persoalan klasik masih menimpa Kabupaten Cirebon. Seperti jalan rusak, minimnya PJU, normalisasi irigasi, penyelesaian persoalan banjir dan segudang permasalahan lainnya. Hal itu terungkap, ketika anggota DPRD menjalankan resesnya ke masyarakat disetiap dapilnya.

“Paling dominan adalah masalah jalan rusak. Jalan berlubang, jalan ambles. Itu ada di Wargabinangun-Guwa Kidul, Karangsambung-Kaliwedi, Karangsambung-Arjawinangun. Jalan yang berlubang dikisaran Gujeg, Panguragan, Karanganyar dan Kebonturi,” kata Dr Hj Hanifah MA, kemarin. 

Adapun terkait usulan irigasi, muncul dari masyarakat Susukan. Disana kata dia, wilayah pertaniannya cukup luas. Disayangkan, belum terfasilitasi dengan irigasi yang baik. Banyak diantaranya mengalami gagal panen lantaran irigasinya rusak. 

“Mereka menunggu realisasi dari perbaikan irigasi. Airnya tak bisa ngalir dengan baik. Harus dinormalisasi. Sedimentasinya sudah meninggi. Tumpukan sampah salah satu kendalanya. Sehingga kerap menimbulkan banjir,” kata politisi PKB itu. 

Sampah-sampah itu, bukan sekedar menumpuk disaluran irigasi. Tapi juga di sungai-sungai. Makanya, perbaikan itu, harus bisa dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari penanganan sampahnya secara baik. Tersedianya alat pengangkut sampah dan tempat pembuangannya. Agar masyarakat tidak lagi sembarang membuang sampah. 

“Kemudian, normalisasi sungai dan irigasi. Sehingga, sektor pertanian teraliri dan terbebas dari masalah banjir,” katanya.

Selain itu, kebutuhan rutilahu di dapilnya pun ternyata masih cukup banyak. Program yang ada, belum mampu mengentaskannya.  Sehingga, saat reses, Bunda Ohan–sapaan akrabnya pun banjir aspirasi terkait itu. “Soal rutilahu, di dapil 3, ternyata masih membutuhkan banyak. Mereka mengharapkan program bantuan rutilahu bisa segera dilaksanakan,” katanya. 

Selain itu, ada juga keluhan terkait pelayanan PDAM yang belum maksimal. Padahal, masyarakat dalam melakukan pembayarannya, tidak pernah tersendat. “Tapi kenapa malah airnya sering tak normal. Sering mati. Bahkan ludes tak pernah netes. Ini jadi aspirasi yang kami dapatkan saat reses,” ucapnya. 

Pun demikian dengan persoalan sekolah rusak. Sulitnya memproses Kartu Indonesia Sehat (KIS). Bansos yang disalurkan tidak merata serta bagaimana mendapatkan bantuan permodalan dari pemerintah. “Ada juga yang mengeluh soal dampak Covid-19 sehingga tak mampu membayar iuran BPJS,” katanya. 

Politisi PKB itu punenyampaikan terimakasih kepada masyarakat sudah menyampaikan aspirasinya. “Insyaallah semua itu akan dijadikan pokok pikiran dalam laporan hasil reses nanti,” pungkasnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.