Rektor IPB Beri Pencerahan, Petani Milenial Harus Jadi Pemenang

oleh -27 views
TANDA TANGAN. Rektor IPB Arif Satria (ketiga kiri) menandatangani MoU untuk Peningkatan dan Pengembangan kemampuan sumber daya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. FOTO: HASANUDIN/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi kedatangan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Arif Satria SP MSi. Arif datang memberi pencerahan kepada para santri milenial penggiat pertanian.

Kunjungan Arif Satria datang dalam rangka penandatanganan MOU dan Kerjasama untuk Peningkatan dan Pengembangan kemampuan sumber daya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Arif berpesan kepada para santri agar mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Dengan situasi perubahan zaman yang cepat ini, dibutuhkan kemauan yang keras serta kompetensi untuk menjawab setiap kesempatan yang datang.

Ia menekankan mindset ‘pemenang’ kepada warga pesantren. Tidak hanya soal kompetensi saja yang dibutuhkan.

Namun, juga mental pemenang dari warga nahdliyin bahwa mereka bisa menjadi apa saja termasuk jadi pemimpin-pemimpin bangsa.

Menurutnya, pesantren telah banyak melahirkan tokoh besar di berbagai bidang. Seperti Gus Dur, Habib Lutfi, Kiai Maruf Amin, Muhaimin Iskandar dan banyak lagi.

“IPB siap memfasiltasi alumni pesantren untuk jadi generasi yang memiliki integritas, profesionalitas, transformatif dan berpikiran terbuka”, ujar Profesor kelahiran Pekalongan ini di Aula Pertiwi Ponpes Al-Mizan, Minggu (4/4).

Kehadiran Rektor IPB ini juga merupakan rangkaian acara pembukaan Pesantren Agroforestri (Wanatani ) Al-Mizan Wanajaya, yang berdiri di atas lahan seluas 11 hektare, di desa Wanajaya kecamatan Kasokandel, kabupaten Majalengka, 5 kilometer dari pesantren induk di Jatiwangi.

Sebelumnya, ratusan kiai melakukan istighosah dan pembacaan Ratib Kubro. Sekaligus Bedah Buku tentang Tokoh Ulama Nusantara, Habib Lutfi Bin Yahya, Kamis (1/4) malam.

Hadir dalam kesempatan itu sebagai narasumber Habib Muhdhor Assegaf, DR KH Ahmad Syarkosi Subki, KH Anwar Sulaiman, KH Abdurrosyid dan KH Mas Zaenal Muhyiddin.

Pagi siang harinya, para tokoh tersebut melakukan kick off Pesantren Agroforesti bersama Para Ketua Gapoktan, Petani Millenial, perwakilan Pemwrintah dan masyarakat.

Pengasuh Pesantren Al Mizan KH Maman Imanulhaq mengatakan, di tengah krisis ekologi dan perusakan alam yg kian parah, kita perlu memperbaiki sikap dan pandangan (world view) manusia terhadap alam yang keliru.

Menggugat sikap keberagaman yang tidak sesuai dengan prinsip keislaman dan memelopori gerakan untuk melestarikan alam semesta dan kehidupan.

“Desain pesantren Al-Mizan Wanajaya ini menekankan pentingnya sumber daya manusia yang sehat, meliputi sehat badan, sehat rohani, dan juga mampu menyehatkan lingkungan hidup,” tandasanya.

Hal ini sangat penting dalam situasi areal pertanian yang semakin menyempit, akses air dan degradasi lahan yg semakin sulit, produksi limbah yang berlebih dan minimnya asupan cadangan makro dan mikro nutrisi.

Menurut Kang Maman, sapaan karib KH Maman Imanulhaq, yang juga Anggota DPR RI ini, dengan institusi kepesantrenan yang kuat dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Diharapkan lahir aktor-aktor muda dari kalangan santri dan juga mendorong kalangan yang lebih luas untuk memperhatikan masalah ekologi sebagai bidang garapan yang sangat penting untuk digerakkan.

“Dengan begitu para santri dapat lebih memahami “integrated farming system”. Sehingga dapat memberikan perubahan yang lebih baik,” imbuhnya.(hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *