Rawan Bencana, Warga 5 Kecamatan di Majalengka Diminta Waspada

oleh -23 views

RAKYATCIREBON.ID-Warga Kabupaten Majalengka diminta tetap mewaspadai banjir dan tanah longsor. Terutama masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana. Seperti wilayah selatan Majalengka.

Pasalnya, dalam beberapa pekan terakhir, terjadi hujan besar yang menyebabkan sejumlah bencana di beberapa titik.

Diantaranya musibah banjir di wilayah Kecamatan Ligung dan Kertajati. Bencana tanah longsor di wilayah Cikijing. Bahkan, ruas jalan Cikijing Kuningan sempat tertimbun tanah longsor yang menyebabkan akses jalan tertutup.

Selain itu, di ruas jalan Maja Argapura juga sempat terjadi longsor, dan menyebabkan akses jalan sempat ditutup.

Sementara itu di Kota Majalengka, hujan besar disertai angin mengakibatkan sejumlah pohon tumbang. Diantaranya, pohon besar yang berada di depan kantor BPN Majalengka, jalan Gerakan Koperasi. Selain pohon tumbang, derasnya air hujan juga menyebabkan banjir.

Sementara itu di Sindangwangi, dua rumah warga di Blok Cibodas Desa Lengkong Kulon terancam, akibat longsoran tebing setinggi 5 meter, yang sempat menimpa rumah warga.

Beruntung, longsor yang terjadi tidak terlalu besar dan hanya merusak sedikit bagian atap rumah warga. Kemarin, rumah dan puing longsoran sudah berhasil dievakuasi warga.

Bupati Majalengka, Dr H Karna Sobahi MMPd kembali mengingatkan, sejumlah ancaman dan potensi bencana berupa pergerakan tanah, longsor dan banjir juga harus menjadi perhatian dan terus diwaspadai.

Menurutnya, beberapa wilayah di Majalengka harus diwaspadai. Diantaranya Kecamatan Sindangwangi, Malausma, Maja, Bantarujeg dan Majalengka.

“Munculnya bencana bisa disebabkan dua faktor. Yakni, faktor alam dan faktor manusia. Oleh karena itu, kita semua harus meminimalisir potensi munculnya bencana alam. Caranya dengan kembali melindungi dan menjaga alam kita agar tetap lestari,” kata Karna kepada Rakyat Cirebon, Minggu (24/1).

Hal senada diungkapkan Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana. Dia meminta agar masyarakat tetap tenang dan tetap waspada.

Ia juga memerintahkan kepada tim Satkorlak bencana yang ada di Kecamatan dan desa untuk tetap siap siaga, tanggap darurat bencana.

Para Camat dan kepala desa yang ada di daerah rawan juga diminta untuk terus memantau kondisi dan intens berkoordinasi dengan Pemkab Majalengka.

Hal itu untuk mempermudah penanganan, termasuk dalam reaksi cepat tanggap darurat bencana. “Para Camat dan kepala desa yang ada di wilayah rawan, kami minta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, dan selalu berkoordinasi,” pintanya.

Selain itu, untuk meminimalisir bencana banjir dan longsor, Tarsono juga meminta warga untuk kembali menghidupkan gerakan penghijauan, dengan melakukan penanaman pohon di lokasi rawan longsor, dan di sekitar hulu sungai. (pai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *