Rampak Genteng Jatiwangi Tak Seheboh Tahun Lalu

oleh -4 views
TAK SEMERIAH DULU. Event Rampak Genteng Jatiwangi di Kabupaten Majalengka yang bakal digelar pada 11 November 2021 dipastikan tak akan semeriah penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. FOTO: HASANUDIN/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Event Rampak Genteng Jatiwangi di Kabupaten Majalengka, diperkirakan tak akan seheboh  penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.

Pasalnya, event tiga tahunan itu, tahun ini ‘terhalang’ pandemi Covid-19 yang membuat penyelenggara harus membatasi jumlah peserta. Pada tahun 2018 lalu, event Tahun Tanah tersebut mendapat antusias tinggi, dengan melibatkan sekitar 11 ribu peserta.

Meski begitu, pelaksanaan event yang akan dihelat di Eks Pabrik Gula (PG) Jatiwangi pada 11 November 2021 mendatang itu, panitia tetap bersikukuh akan mengemas kegiatan tersebut, dengan menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19. Penyesuaian itu, di antaranya jumlah peserta yang dibatasi.

Ketua panitia event Tahun Tanah, yang di dalamnya diisi Rampak Genteng Jatiwangi, Ahmad Thian Vultan mengatakan, peserta tahun ini dibatasi hanya di angka ratusan saja.

“Kesepakatan bersama Kapolres kemarin adalah Rampak Genteng boleh diadakan di satu titik dengan penonton dibatasi hanya 500 orang, plus undangan khusus dengan sistem registrasi digital,” kata Thian, Rabu (3/11).

“Dengan kuota sebanyak itu, berarti hanya 10 persen dari kapasitas. Karena luas tempat dihelatnya Rampak Genteng (Bekas PG Jatiwangi) itu sekitar 5 hektar. Nantinya disiarkan secara live streaming,” ujarnya.

Pada pelaksanaan event itu, kata dia, secara teknis akan dilaksanakan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Para peserta dan tamu undangan yang akan masuk ke lokasi event dengan melewati pintu khusus. Pintu masuk itu akan ada disinfektan chamber yang menggunakan disinfektan ekoenzim. “Semua panitia, peserta dan undangan dipastikan sudah divaksin,” tuturnya.

Sementara, Rampak Genteng sendiri merupakan event 3 tahunan yang mulai dihelat pada 2012 lalu. Dalam setiap penyelenggaraannya, terdapat penambahan jumlah peserta yang berada dari berbagai latar belakang. Dari mulai siswa, komunitas, ibu-ibu PKK hingga pegawai di berbagai dinas. (hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.