Ramai Lagi, Pengelola Diminta Waspadai “Wisata Balas Dendam”

oleh -3 views
MULAI RAMAI. Pengunjung dari berbagai daerah mulai memadati lokasi-lokasi objek wisata di Kabupaten Majalengka.

RAKYATCIREBON.ID – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kabupaten Majalengka, Iding Solehudin melalui Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Disparbud Majalengka, Adhy Setya Putra menyebut, akhir pekan lalu sejumlah objek wisata mulai ramai didatangi pengunjung.

Rata-rata setiap objek wisata sudah mencapai 25 persen dari kapasitas maksimal sesuai ketentuan kebijakan PPKM Jawa-Bali di daerah level 2.

“Alhamdulillah, mulai ramai kembali. Khususnya di hari Minggu. Hal ini sesuai data yang dilaporkan para pengelola wisata sebanyak 31 objek wisata dari 180-an,” ujar Adhy Selasa (28/9).

Adhy menjelaskan, data tersebut tercatat dari dua hari pendataan pada hari Sabtu-Minggu (25-26/9/2021).

Yang mana, objek wisata Panyaweuyan Majalengka menjadi wisata teramai pada akhir pekan lalu.

“Panyaweuyan berada di nomor satu sebagai tempat wisata paling ramai Minggu lalu, dari hari Sabtu Minggu tercatat ada 624 pengunjung. Sabtu 210, Minggu 414 orang.”

“Yang lainnya rata-rata di angka ratusan yang mana ini menjadi data pengunjung teramai dari mulai kembali dibukanya sektor pariwisata pada akhir bulan Agustus 2021,” ucapnya.

Namun, Adhy meminta, para pengelola wisata dan masyarakat harus tetap mewaspadai revenge tourism atau wisata balas dendam.

Adhy juga meminta masyarakat untuk tidak euforia berlebihan, menyusul landainya kasus Covid-19 di Indonesia khususnya di Majalengka.

Seperti diketahui, Kabupaten Majalengka menerapkan PPKM Level 2 di mana sejumlah tempat wisata sudah dibuka dan ramai dikunjungi wisatawan.

“Kita harus tetap waspada, wisatawan yang balas dendam karena hampir setahun lebih itu tidak kemana-mana,” katanya.

Terkait peningkatan ini, lebih jauh Adhy mengakui ada baik dan buruknya. Untuk pemulihan ekonomi di sektor wisata, peningkatan wisatawan ini menjadi kabar baik.

Namun masyarakat juga tetap harus hati-hati dan jangan euforia berlebihan yang mengakibatkan kasus Covid-19 kembali melonjak.

“Jangan sampai ada euforia, jangan sampai lalai prokes (protokol kesehatan) karena kita inginnya ekonomi dan kesehatan berjalan beriringan seimbang, jadi silahkan berkegiatan tapi prokes tetap dijaga,” ujarnya.(hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.