Punya Penyakit Ayan, Warga Ligung Ditemukan Mengapung di Sungai

oleh -3 views
DIEVAKUASI. Warga Desa Ligung Lor mengangkat mayat Sobari Bin Carini (52) yang mengambang di sungai Cikeruh. Sobari diduga mempunyai riwayat penyakit ayan. FOTO: HASANUDIN/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Warga Desa Ligung Lor Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka dibuat geger dengan penemuan mayat berjenis kelamin laki laki yang mengambang di sungai Cikeruh. Tepatnya di bibir bendungan Puteran Desa Ligung Lor, Kamis (21/10).

Mayat tersebut diketahui pertama oleh seorang warga setempat bernama Udin (52), yang hendak mencari rumput. Namun matanya tertuju ke tengah Sungai Cikeruh yang melihat ada benda mengapung yang nyangkut di bibir bendungan.

Setelah diamati benda yang mengambang tersebut ternyata sesosok mayat. Sontak saja Udin memberitahu warga sekitar sehingga penemuan mayat tersebut sempat menjadi tontonan warga.

Tidak berselang lama, tim medis dari Puskesmas Ligung datang ke lokasi bersama anggota Polsek Ligung. Namun warga tidak berani mendekat apalagi mengangkat mayat tersebut, mereka menunggu petugas BPBD Kabupaten Majalengka dan petugas Inafis Polres Majalengka.

Setelah tim Inafis dari Polres Majalengka tiba di TKP, barulah warga berani mengangkat mayat yang mengambang.

Setelah di periksa mayat tersebut dikenali bernama Sobari Bin Carini (52) warga Blok Pasar, Desa Ligung Kecamatan Ligung.

Hasil pemeriksaan tim medis dan Inafis Polres Majalengka, di tubuhnya tidak ditemukan tanda tanda kekerasan. Bahkan, info dari masyarakat setempat, korban mempunyai penyakit epilepsi atau ayan.

“Setelah diperiksa, tubuh korban tidak ditemukan bekas kekerasan, bahkan informasinya korban mempunyai riwayat penyakit epilepsi. Nama korban Sobari Bin Carini (52) warga Blok Pasar Desa Ligung Kecamatan Ligung,” kata KBO Reskrim Polres Majalengka, Iptu Iwan Sutari saat memimpin evakuasi korban.

Sementara itu, Muhamad Mahdar perwakilan dari keluarga korban, meminta mayat untuk tidak dilakukan visum dan akan segera diurus pemakamannya. Mereka menganggap kejadian ini diterima dengan lapang dada, serta menganggap sebagai musibah.

“Atas nama keluarga, kami menerima kejadian ini sebagai bentuk musibah, dan tidak akan melakukan tuntutan hukum atau langkah yang lainnya,” pungkas Mahdar singkat.(hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.