PTM di Kota Cirebon Bisa Jadi Percontohan

oleh -1 views
MONEV PTMT. Sekretaris TP UKSM Jabar, Muftiah Yulismi menyampaikan konsep Monev yang dilakukan di 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Tim monitoring dan evaluasi (Monev) dari Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah-Madrasah (TP UKSM) Jawa Barat, turun ke Kota Cirebon. Tujuannya, melihat sejauh mana efektivitas dari penerapan PTM terbatas. Hasilnya, model yang diberlakukan Kota Cirebon, bisa menjadi prototipe atau percontohan PTM terbatas Jawa Barat.

Di Aula Dinas Pendidikan Kota Cirebon, perwakilan sekolah dari semua tingkatan menyampaikan laporan singkat mengenai gambaran pelaksanaan PTM terbatas, setelah hampir satu setengah bulan dilaksanakan.

Biro Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, selaku Sekretaris TP UKSM Jabar, Muftiah Yulismi mengungkapkan, dari penyampaian para kepala sekolah, mulai tingkat Taman Kanak-kanak (TK), SD, SMP sampai SMA serta madrasah, pihaknya melihat ada keseriusan dari sekolah untuk menyelenggarakan PTM terbatas. Tentu dengan semangat menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Ia pun melihat, ada beberapa sekolah yang sudah ditinjau langsung DPRD Provinsi Jawa Barat. Seperti SMAN 1 Kota Cirebon. Bahkan DPRD Provinsi mengapresiasi konsep penerapan PTM terbatas yang sudah diterapkan.

“Kami roadshow melihat kondisi penerapan PTM terbatas di daerah,” ungkap Muftiah.

Dari hasil roadshow yang dilakukan tim monev di 27 Kabupaten dan Kota, lanjut Muftiah, akan dibawa dalam rapat koordinasi di tingkat Provinsi Jawa Barat.

“November kami akan rakor UKSM di tingkat Jabar. Saya lihat Kota Cirebon bisa menjadi prototype atau percontohan,” lanjut Muftiah.

Melihat efektivitas penerapan PTM terbatas di Kota Cirebon yang sudah baik, maka konsep yang diterapkan bisa diadopsi untuk diterapkan di daerah lain.

Dari hasil monev, kata Muftiah, tim akan memilih tiga kabupaten dan kota untuk dijadikan prototipe dalam penerapan PTMT. Saat ini, tim sudah mengantongi Kota Bogor, dan dimungkinkan Kota Cirebon akan masuk dalam daerah yang menjadi prototipe.

“Dalam menyampaikan hasil roadshow, nanti Sekda Kota Cirebon, bersama Kota Bogor akan kami hadirkan untuk memaparkan kondisi PTM di daerahnya. Dari hasil roadshow kami sudah dapat dua. Kami memotret Kota Cirebon sudah baik, sangat baik dalam melaksanakan PTMT. Secara SOP, SKB empat menteri sangat dipahami di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Drs Agus Mulyadi MSi mengatakan, untuk evaluasi PTMT, Satgas di Kota Cirebon sudah menyiapkan perangkat yang akan digunakan untuk melihat sejauh mana kesuksesannya. Dan seperti apa peningkatan-peningkatan yang bisa dilakukan.

“Dari keseluruhan di setiap jenjang, walaupun SMA jadi kewenangan provinsi, sudah 100 persen malakukan PTM. Secara teknis sudah baik. Kapasitas masih 50 persen, tapi ada yang blended. Tinggal kita lihat selama perjalanan dua bulan, tiga pekan ke depan mudah-mudahan kasus tetap zero,” ungkap Agus.

Dua bulan awal, jika dihitung sejak awal PTMT dilaksanakan, tersisa waktu tiga pekan ke depan. Akan menjadi patokan seperti apa konsep penerapan PTMT di Kota Cirebon ke depan.

“Sebelum masuk masa AKB, kita akan evaluasi. Supaya penambahan kapasitas betul-betul aman. Apakah ditambah kapasitasnya, atau ditambah jam pelajarannya,” imbuh Agus. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.