PTM Bisa 100 Persen Lebih Cepat, Syaratnya…

oleh -13 views
PTM TERBATAS. Para siswa menunggu jemputan setelah melaksanakan PTM terbatas di sekolahnya. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH

RAKYATCIREBON.ID – Sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah tiga minggu diterapkan. Dinas Pendidikan Kota Cirebon secara rutin memonitor ketat pelaksanaannya di lapangan. Disdik pun sudah menyiapkan skema evaluasi yang akan digunakan mengukur efektivitas pelaksanaan PTM.

Dalam dua bulan awal akan menjadi pertimbangan bagaimana ketentuan PTM selanjutnya. Apakah bisa ditingkatkan dengan kapasitas 100 persen, atau bahkan harus diperketat.

Namun demikian, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr Edy Sugiarto mengatakan, tak perlu menunggu dua bulan. Jika satu bulan pertama sudah bisa dipastikan zero case, maka kapasitas PTM bisa ditambah.

“Kita sudah sempat ketemu dengan Disdik. PTM ini kalau nanti tidak ada kasus baru, dalam sebulan ini Insya Allah bisa buka full 100 persen. Bisa lebih cepat dari dua bulan,” ungkap dr Edy.

Pendapatnya tersebut, lanjut dr Edy, tidak bisa dijadikan patokan karena semua belum bisa dipastikan. Meskipun itu menjadi harapan.

“Tapi kita belum tahu ke depan seperti apa, karena ini tidak bisa diprediksi,” lanjut dr Edy.

Dia menjelaskan, pada pertemuan dengan Dinas Pendidikan, pihaknya melihat Disdik sudah menyiapkan secara matang indikator serta kerangka evaluasi yang akan diterapkan.

Dari sisi kesehatan, kata dia, Dinkes pun sinergis turun bersama Dinas Pendidikan untuk memastikan ketentuan PTM dari segi kesehatan. Khususnya untuk penerapan protokol kesehatan dijalankan dengan maksimal.

“Secara umum, kita sudah bertemu dengan Disdik. Mereka punya kerangka indikator untuk evaluasi. Ada semacam daftar, kemudian harus diceklis, itu ada. Dari Kemendikbud sama Kemenag, tenaga medis kami sudah rutin turun ke lapangan. Walaupun tidak formal, mereka rutin memonitor untuk antisipasi, apakah ada gejala atau kasus baru,” jelas dr Edy.

Pada evaluasi bulan pertama nanti, ditambahkan dr Edy, Dinkes akan menurunkan tenaga kesehatan untuk melakukan uji petik. Sistemnya akan dilakukan secara acak.

Random sampling akan kita lakukan dari semua sekolah. Sebelum PTM 100 persen, sekarang sudah mulai, per puskesmas. Begitu aman sebulan ini bisa buka 100 persen, Insya Allah,” imbuh dr Edy.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Sujana menambahkan, di bawah kewenangan Disdik Kota Cirebon, terdata ada 41 sekolah tingkat SMP, baik negeri maupun swasta. Kemudian 162 sekolah setingkat SD negeri dan swasta. Semua tetap dimonitor untuk dievaluasi sejauh mana efektivitas PTM terbatas yang sedang dijalankan.

“Evaluasi masih terus berjalan. Kita lihat apakah selama dua bulan PTM berjalan mulai dari 6 September hingga 6 November itu berjalan lancar atau tidak,” ungkap Sujana.

Dari hasil monitoring sejauh ini, lanjut Sujana, sekolah yang didatangi timnya sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Namun dari hasil monitoring sementara ini, terpantau ada beberapa sekolah yang memberlakukan PTM dengan jumlah siswa lebih dari kapasitas 50 persen.

“Prokes aman, tapi ada beberapa sekolah yang kedapatan sudah memberlakukan PTM dengan jumlah siswa lebih dari 50 persen,” lanjut Sujana.

Dijelaskan Sujana, sekolah yang kedapatan memberlakukan PTM dengan jumlah siswa lebih dari 50 persen tersebut, memang diketahui memiliki siswa sedikit dibanding sekolah lainnya. Namun tetap pihaknya memberikan teguran kepada sekolah. Karena ketentuan 50 persen batas kapasitas maksimal untukPTM ini harus tetap diikuti sekolah.

“Misalnya, jumlah siswanya 10 orang, harusnya kan 5 orang saja yang boleh masuk. Tapi sekolah ini melihat sekolah lain yang jumlah siswanya banyak. Misalnya sekolah lain jumlah siswanya 20 orang, berarti yang masuk 10 orang. Nah yang dilihat jumlah siswa di sekolah lain. Padahal kan aturannya tidak seperti itu. Kita tetap tegaskan bahwa jumlah siswa yang masuk harus 50 persen pihak sekolah pun mengikuti,” tegas Sujana.

Sementara itu, Kasi Peserta Didik di Bidang Dikdas, Ade Cahya Ningsih menambahkan, setiap hari tim turun memantau ke lapangan dan mengumpulkan bahan untuk evaluasi.

Skema evaluasi yang sudah disiapkan dan akan diterapkan, kata Ade, hasil monitoring tim pada bulan pertama akan dibahas dalam rapat koordinasi dan akan dijadikan bahan analisa. Apakah satu bulan pertama PTM terbatas ini bisa dikatakan lancar atau tidak.

Selanjutnya, kata Ade, pada bulan kedua skema yang sama akan dilakukan kembali. Lalu setelah bulan kedua, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan beserta Satgas Covid-19 akan melihat apakah PTM terbatas ini bisa dikatakan aman untuk menambah kuota siswa hingga 100 persen.

“Sejauh ini, berdasarkan pengamatan tidak ada indikasi anak atau tenaga pendidik positif Covid-19. Mudah-mudahan ke depan terus berjalan dengan lancar,” kata Ade. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.