Proyeksi PAD Hanya Rp174 Miliar, Pajak dari Perhotelan Anjlok

oleh -31 views
PIMPIN RAPAT. Bupati Majalengka Karna Sobahi (kanan) saat memimpin rapat di hotel. Selama pandemi pendapatan pajak dari sektor perhotelan turun hingga 80 persen. FOTO: HASANUDIN/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Majalengka tahun ini hanya memproyeksikan pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 80 persen dari target pencapaian yang telah dibuat sebelumnya.

Atau yang telah tertuang pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2021 sebesar Rp174 miliar.

Kondisi tersebut menurut keterangan Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Majalengka Aeron Randi, akibat adanya pandemi Covid-19 yang dihadapi yang terjadi sejak dua tahun terakhir.

Sehingga berimbas pada penurunan usaha di berbagai sektor hingga ada yang mencapai 70 persen hingga 80 persen.

Dia mengakui, ada banyak sektor PAD yang sulit dicapai karena sektor tersebut benar-benar terkena imbas PPKM. Misalnya saja pendapatan pajak dari sektor perhotelan.

“Semua tahu bahwa tingkat hunian hotel hampir di mana-mana termasuk Majalengka sempat turun hingga 80 persen. Demikian juga hiburan dan rumah makan turun drastis, serta sektor parkir yang turun hingga 70 persen,” ungkap Aeron Randi, Rabu (15/9).

Akibat PPKM, kata dia, banyak orang mengurungkan niatnya untuk bepergian atau melakukan kegiatan sehingga tingkat hunian hotel dan parkir turun. Selain itu, banyak rumah makan yang tutup sementara kalaupun ada yang jalan tingkat penjualannya turun drastis karena tidak ada kunjungan.

Sektor pendapatan yang kini mulai bangkit adalah dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Penerangan Jalan.

Untuk ketiga sektor tersebut masih bisa berjalan walaupun lambat dan tidak bisa dicapai 100 persen.

Untuk target BPHTB diperkirakan masih bisa dicapai sebesar 75 persen dari target sebesar Rp45 miliaran. Karena sekarang bergantinya status PPKM dari level 4 ke 2 mulai menunjukan adanya kenaikan pendapatan.

Kenaikan ini diprediksi bukan adanya kenaikan transaksi jual beli melainkan penyelesaian administrasi, yang transaksinya sudah dilakukan jauh sebelumnya.

“Saya kira banyak transaksi jual beli tanah dilakukan sudah lama atau sebelum masuk PPKM, dan penyelesaian administrasinya dilakukan sekarang. Saya kira itu kenapa sekarang BPHTB mulai naik lagi dibanding beberapa bulan kemarin, makanya saya berharap pendapatan sektor ini setidaknya bisa tercapai hingga 75 persen,” ujarnya

Sedangkan untuk PPJ, Aeron pesimis bisa mencapai target hingga Rp 37 milyaran, karena selama PPKM banyak masyarakat yang listriknya disubsidi pemerintah. Sehingga mereka tidak melakukan pembayaran listrik secara langsung.

Namun demikian pihaknya akan mencoba melakukan rasionalisasi dampak PPKM diharapkan untuk beberapa sektor PAD nya masih bisa dicapai sesuai target.

“Nanti di perubahan APBD akan ada rasionalisasi mana yang bisa dicapai mana yang belum. Namun tetap kami upayakan maksimal,” kata Aeron.(hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.