Proyek Siliwangi-Kartini Selesai Pekan Depan

oleh -13 views
foto: nurul fajri/rakyat cirebon

            CIREBON – Proyek revitalisasi trotoar dan drainase di Jalan Siliwangi dan Jalan Kartini diklaim akan selesai pada pekan depan. Kendati perpanjangan masa kontrak atau adendum masih tersisa sekitar 30 hari ke depan.

Kepala Seksi Jaringan Jalan Primer DPUPR Kota Cirebon, Eko Budiyanto menjelaskan, bedasarkan laporan dari kontraktor bahwa proses pengerjaan telah selesai, tinggal memasang manhole cover atau penutup bak kontrol drainase. Pemasangannya sengaja di akhir karena saat akan dipasang, ternyata ukuran lubangnya berubah. Sehingga harus disesuaikan lagi.

“Yang belum terpasang itu bukan sengaja, karena memang menyesuaikan dengan ukuran lubangnya,” ungkap Eko, Rabu (13/1) saat meninjau proyek tersebut di Jalan Siliwangi, Rabu (13/1).

Selain pemasangan manhole cover, hampir seluruh pengerjaan diklaim sudah selesai. Sehingga diperkirakan pekan depan semuanya sudah selesai. Meski begitu, perawatan masih menjadi tanggung jawab kontraktor. Di sisi lain, menurut Eko, hal yang wajar ketika trotoar tampak kotor, karena sejak rampung dan terlihat indah, banyak masyarakat lalu lalang. 

“Lampu, pembatas jalan dan lainnya sudah selesai. Nanti kalau ada kerusakan masih tanggungjawab kontraktor selama masa pemeliharaan 3 bulan,” jelasnya. 

Dia menyebutkan, kalau pengerjaan proyek tersebut selesai sebelum masa maksimal perpanjangan kontrak atau adendum, maka bisa mengefesiensi pendanaan dari kontraktor dikarenakan tidak banyak denda yang dibayar. “Selama perpanjangan waktu juga ada beban denda. Kalau lebih cepat selesai, maka tidak terlalu besar dendanya,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga, Hardi Susanto menilai, trotoar yang baru akan selesai dibangun di Jalan Kartini dan Jalan Siliwangi lebih baik dari kondisi sebelumnya. Ia berharap, pemkot dapat memeliharanya dengan melarang tegas kendaraan parkir di atas trotoar. “Jangan seperti di Jalan Kartini sebrangnya Masjid Attaqwa, kendaraan parkirnya di atas trotoar. Kita harus sama-sama menjaganya,” kata dia. (jri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *