Proyek Pembangunan Terancam Mangkrak

oleh -1 views
APBD Perubahan Belum Diajukan, Tidak Ada Tambahan Waktu untuk Lanjutkan Pekerjaan 

SUMBER – Jika APBD Perubahan 2016 Kota Cirebon sudah dievaluasi gubernur dan tinggal direalisasikan, tidak dengan Kabupaten Cirebon.

dewan kabupaten cirebon tinjau sport center
Dewan kabupaten Cirebon tinjau Sport Center. dok. Rakyat Cirebon



Hingga saat ini, pembahasan APBD Perubahan (APBDP) tahun 2016 belum dimulai. Bahkan, nota hantaran APBDP 2016 dari bupati ke DPRD Kabupaten Cirebon baru dilaksanakan setelah tanda tangan nota kesepakatan hantaran APBD 2017.

Kondisi ini membuat Kabag Pembangunan Ir Adil Prayitno MT khawatir, mangkraknya proyek pembangunan yang didanai APBD Perubahan.

Mengingat, untuk tahun ini tidak ada lagi kebijakan tambahan waktu selama 50 hari kalender untuk melanjutkan pekerjaan proyek pembangunan.

“Kalau sudah akhir tahun, dilihat progres pembangunan berapa persen. Baru itu yang kita bayar. Tidak ada lagi masa pembangunan yang diperpanjang meskipun disertai denda,” ujar Adil di ruang kerjanya, kemarin.

Ditegaskan Adil, selesai atau tidak selesai suatu pembangunan, kata Adil, akan dihentikan pada akhir tahun anggaran.

Disinggung mengenai kelanjutan pembangunan bagi proyek yang belum selesai, Adil mengatakan, hal tersebut dikembalikan pada leading sector yang bersangkutan.

“Kalau memang dinas atau instansi itu mau dilanjutkan, maka bisa diajukan pada APBD perubahan selanjutnya. Makanya, kita takutkan akan mangkrak karena memang rekanan dibayar hanya sesuai dengan pekerjaan,” tambahnya.

Diakui Adil, hingga saat ini belum ada pengajuan dari organisasi perangkat daerah (OPD) untuk dilaksanakannya lelang pembangunan APBD Perubahan.

Padahal, jika lelang baru dilaksanakan setelah pengesahan, maka akan tambah mempersempit waktu.

“Kembali lagi ke perencanaan masing-masing. Kalau kita sih pada dasarnya hanya menerima ajuan saja dan langsung kita lelang. Sampai dengan saat ini, belum ada ajuan untuk pembangunan yang menggunakan anggaran perubahan,” tandasnya.

Kekhawatiran juga dirasakan Dodi, salahsatu pegawai di Dinas Bina Marga Kabupaten Cirebon.

Dikatakan Dodi, pihaknya perlu menyusun rencana ulang pembangunan karena terlambatnya pengesahan APBD Perubahan Kabupaten Cirebon.

“Memang, kalau waktu sedikit, kita juga harus cari cara agar pekerjaan bisa selesai tepat waktu,” ujar Dodi.

Terlebih lagi, Dodi menyebutkan, untuk tahun 2016 ini tidak ada lagi waktu tambahan yang diberikan kepada rekanan untuk melanjutkan pekerjaan.

“Kemarin kan ada waktu 50 hari tambahan untuk penyelesaian. Kalau sekarang, tidak ada sehingga waktunya terakhir adalah tutup tahun anggaran 31 Desember,” tambahnya.

Sementara itu, informasi yang diperoleh wartawan koran ini dari berbagai sumber menyebutkan, dengan molornya pengajuan dan pembahasan APBD Perubahan tahun 2016, anggaran diprediksi baru dapat berjalan efektif pada akhir bulan Oktober dengan estimasi waktu selesainya pembahasan dan evaluasi gubernur.

Oleh karena itu, waktu penyerapan anggaran hanya dua bulan hingga 31 Desember.

Jika merunut pada penjelasan tersebut, maka waktu pembangunan terutama fisik lebih sedikit sehingga diperlukan perencanaan yang sangat matang agar selesai sebelum akhir tahun anggaran.

Apabila pembangunan menyedot anggaran yang cukup besar, maka idealnya diperlukan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan pembangunan tersebut.

Sementara itu, pembangunan Sport Center Kabupaten Cirebon akan dibagi menjadi tujuh paket pengerjaan.

Dari total anggaran sebesar Rp30 miliar, Pemerintah Kabupaten Cirebon dapat mengefisiensikan anggaran hanya menjadi sebesar Rp28,445 miliar.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Bagian Administrasi Pembangunan Sekeretariat Daerah, proses tahapan lelang sudah memasuki masa evaluasi guna mementukan pemenang.

Diperkirakan, satu pekan mendatang sudah ditentukan pemenang lelang untuk dilanjutkan pengerjaan.

Tujuh paket pengerjaan sendiri untuk pembangunan site development, drainase, lapangan bola, tribun timur, tribun barat, tribun selatan dan tribun utara. Diprediksi, lama waktu pengerjaan selama 90 hari.

Kepala Bagian Pembangunan, Ir Adil Prayitno MT membenarkan hal tersebut. Menurutnya, paket pekerjaan sudah dibagi dan dilelang.

“Sudah ada tinggal evaluasi pemenang lelang saja. Memang dibagi menjadi tujuh bagian paket pembangunan,” ujarnya.

Disinggung mengenai anggaran setiap paketnya, Adil menyebutkan anggaran berkisar di angka Rp3 miliar sampai Rp4 miliar.

Diharapkan, pembagian paket pengerjaan ini dapat mempercepat waktu pelaksanaan pembangunan mengingat tahun 2016 sudah memasuki bulan ke sembilan.

“Leading sektornya Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang. Sumber dana berasal dari APBD Provinsi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala DCKTR, H Sukma Nugraha SH MSi membenarkan, pengerjaan sport center ini akan dilanjutkan. Sukma mengatakan, anggaran yang dipersiapkan senilai Rp30 miliar.

“Semuanya masih lelang. Insya Allah semuanya berjalan dengan baik,” ujarnya singkat. (yog)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.