Program Pemerintah Jangan Dijadikan Alat Kampanye Pilkades

oleh -13 views

RAKYATCIREBON.ID – Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa serentak tanggal 28 November 2021, ada dugaan oknum Calon Kepala yang memanfaatkan program pemerintah salah satunya penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) yang dijadikan ajang kampanye.

“Ada aduan dari masyarakat. Ada beberapa oknum calon kades terindikasi memanfaatkan program pemerintah, seperti BLT yang dijadikan ajang kampanye,” kata pengamat pemerintahan Abdul Haris SH, kepada Rakcer Jumat (26/11).

Sehari jelang pencoblosan, pihaknya berharap jangan sampai ada penggiringan dengan cara menakut-nakuti masyarakat. Apalagi dengan ancaman akan dicoret dari daftar KPM jika tidak memilih calon kepala desa yang sudah diarahkan.

“Kami berharap dalam Pilkades serentak ini tidak tidak ada pihak-pihak yang mendompleng memanfaatkan untuk kepentingan politik mereka. Biarkanlah masyarakat memilih calon kepala desa dengan bebas dan merdeka, tanpa ada paksaan dan tekanan dari pihak manapun,” tambahnya.

Terpisah, Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH melakukan penyerahan Bantuan Langsung Tunai (BLT), Sarana dan Prasarana bagi UMKM untuk pemulihan Ekonomi di Kabupaten Kuningan Tahun 2021, Jum’at (26/11) di Pendopo Kabupaten Kuningan.

Bantuan ini, diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kuningan yang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M.Si dan Kepala Diskopdagperin U Kusmana S.Sos, M.Si.

Kepala Diskopdagperin U Kusmana S.Sos M.Si mengungkapkan, kita tidak melihat seperti ini yang terpenting para penerima para pelaku UKM dan ekrap sesuai data Sibadu Mirakyat.

“Bantuan ini sesuai usulan melalui aplikasi Sibadu Mirakyat, apalagi aplikasi Sibadu Mirakyat bisa diakses dimana saja serta dapat dipertanggungjawabkan,” kata Kadis ketika dikonfirmasi.

Selain BLT sebesar Rp. 250.000 kepada 2000 (dua ribu) pelaku usaha Mikro, kata Uu, ada bantuan dari Kementerian Perdagangan RI berupa 50 (lima puluh) unit rombong motor untuk para pedagang mikro (penjual serabi, cilok, bakso dan gorengan), 50 (lima puluh) unit gerobak souvenir untuk para pelaku mikro UKM-IKM/Restoran/Hotel.

“semoga bantuan ini dapat kembali memulihkan pergerakan perekonomian UMKM/IKM yang ada di Kabupaten Kuningan serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sebagai dampak dimulainya aktivitas produksi bagi para pelaku UMKM/IKM,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Kuningan H Acep Purnama berharap, adanya sinergitas antara legislatif dan eksekutif dalam hal program-program pemerintah untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan yang ada di Kabupaten Kuningan, melalui Diskopdagperin yang telah memberikan bantuan hibah berupa uang dan sarana prasarana usaha untuk para pelaku UMKM.

“Kepada penerima hibah manfaatkan bantuan ini sebaik mungkin serta tingkatkan konsumsi atau daya beli sehingga akan berdampak pada pemulihan ekonomi dan memberikan efek berantai bagi roda perekonomian pelaku UMKM/IKM dalam rangka pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Kuningan sendiri, kata Bupati, terus berupaya menguatkan pondasi ekonomi seraya mengantisipasi peluang dan tantangan dalam menghadapi era globalisasi, karena hakikatnya digerakkan oleh kegiatan pemerintahan dan penawaran masyarakat.

“Bagi pemerintah Kabupaten Kuningan sudah menjadi keharusan untuk melakukan penguatan ekonomi kelompok UMKM/IKM  agar tetap bergerak,” pungkasnya.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.