PPKM, Pelaku Wisata Terpaksa Jadi Pemulung

oleh -4 views
BANTING SETIR. Mulyana (60), pengelola wisata kreatif Marerang Iser di Desa/Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka banting setir menjadi pemulung akibat tak memiliki pemasukan dari ditutupnya objek wisata yang dikelolanya. FOTO: HASANUDIN/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Seorang pelaku wisata di Kabupaten Majalengka beralih menjadi pengambil barang bekas atau pemulung. Ini akibat terdampak aturan PPKM yang menutup seluruh aktivitas pariwisata.

Seperti yang dilakukan Mulyana (60) ini misalnya, pengelola wisata kreatif Marerang Iser di Dusun Iser, Desa/Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka.

Ia terpaksa menjadi pemulung barang bekas untuk mendapatkan pemasukan sehari-hari.

Barang-barang bekas hasil dari barang bawaan pengunjung pun dikumpulkan untuk dijual.

Aktivitas Mulyana ini dibenarkan Marpuah (35), rekannya sesama pengelola wisata kreatif Marerang Iser.

“Sudah dilakukan (memungut sampah atau barang bekas, red) sejak Majalengka kembali naik ke level 3 PPKM, di mana objek wisata harus ditutup lagi,” ujar Marpuah di lokasi, Jumat (15/10).

“Jadi kami memutar otak, bagaimana caranya meski wisata ditutup, kita tetap memiliki pendapatan, yaitu salah satunya dengan cara mengumpulkan barang-barang bekas yang ada di wisata ini untuk dijual,” ucapnya.

Marpuah menjelaskan, sebelum masa PPKM, objek wisata kreatif ini selalu dipadati pengunjung.

Kini, pihaknya selaku pengelola wisata hanya bisa pasrah terkait kebijakan PPKM yang mengharuskan penutupan tempat wisata. “Seluruh destinasi wisata ditutup, termasuk usaha wisata kita,” jelas dia.

Meski demikian, pihaknya mendukung upaya pemerintah dalam penanggulangan pandemi Covid-19 tersebut.

Disinggung apakah telah menerima bantuan, pihaknya mengaku belum ada satupun bantuan yang didapat.

“Belum ada (bantuan, red). Cuma dengar beritanya saja (mengenai bantuan bagi pelaku usaha wisata terdampak PPKM),” jelasnya.

Selanjutnya dia berharap agar kondisi bisa kembali dan pulih seperti semula seperti sebelum PPKM. Sehingga membuat wisata khususnya di Majalengka kembali bergairah.

Marpuah menjelaskan, para emak-emak di Dusun Iser ini lah yang berhasil menyulap sebuah kebun bambu menjadi tempat wisata yang unik pada tahun lalu.

Kebun bambu seluas kurang dari satu hektar ini disulap para emak-emak di Dusun Iser menjadi tempat wisata unik yang diberi nama Wisata Kreatif Marerang.

Dibantu para suami dan anaknya, emak-emak Dusun Iser secara bergotong-royong membangun Wisata Kreatif Marerang.

Selama dua bulan emak-emak ini menata kebun bambu yang tadinya biasa saja menjadi punya daya tarik tersendiri.

Kolam renang, spot foto yang Instagramable, area edukasi hingga warung-warung menjadi daya tarik dari wisata ini.(hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.